logo batamtoday
Kamis, 18 Juni 2026
PKP BATAM


KKP Resmikan Laboratorium Uji Radioaktif Produk Perikanan, Perkuat Ekspor Udang ke AS
Kamis, 18-06-2026 | 14:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
KKP resmi memiliki laboratorium pengujian kontaminasi radioaktif untuk produk perikanan yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur. (KKP)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memiliki laboratorium pengujian kontaminasi radioaktif untuk produk perikanan yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat jaminan mutu dan keamanan produk perikanan Indonesia di pasar internasional, khususnya Amerika Serikat.

Laboratorium yang dikelola Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM) itu telah mengantongi akreditasi ISO 17025 serta memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai otoritas pengawas nuklir nasional.

Selain itu, laboratorium tersebut juga mendapatkan pengakuan dari United States Food and Drug Administration (US FDA) untuk melakukan pengujian sejumlah parameter radioaktif, termasuk Cesium-137 (Cs-137).

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan laboratorium tersebut dibangun secara khusus untuk mendukung daya saing produk perikanan nasional sekaligus memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor yang menerapkan standar bebas kontaminasi radioaktif.

"Selain telah terakreditasi ISO 17025, laboratorium ini juga memperoleh persetujuan dari BAPETEN serta approval US FDA untuk melakukan pengujian beberapa parameter radioaktif, termasuk Cs-137," ujar Ishartini di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, laboratorium BUSPM menjadi satu-satunya fasilitas pengujian kontaminasi radioaktif produk perikanan di Indonesia dan yang pertama di kawasan Asia Tenggara.

Keberadaan laboratorium tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keberterimaan produk perikanan Indonesia, terutama komoditas udang yang menjadi salah satu andalan ekspor ke pasar Amerika Serikat.

Ishartini menjelaskan bahwa laboratorium BUSPM tidak hanya mampu melakukan pengujian radionuklida, tetapi juga berbagai parameter mutu dan keamanan pangan lainnya, seperti bakteri, virus, bahan kimia, logam berat, serta residu pada produk perikanan.

"Laboratorium BUSPM dapat menguji parameter mutu dan keamanan pangan, mulai dari bakteri, virus, kimia, logam berat, residu, hingga radionuklida pada produk perikanan. Hasil pengujian ini dapat digunakan untuk pengurusan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan sebagai salah satu persyaratan ekspor ke negara yang mensyaratkan produk bebas radioaktif, seperti Amerika Serikat," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan kesiapan Indonesia dalam menyediakan sertifikasi bebas Cs-137 guna memenuhi ketentuan yang ditetapkan US FDA.

Menurut Trenggono, kesiapan infrastruktur laboratorium dan sistem sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar global.

Sejak 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, KKP tercatat telah mengawal ekspor udang ke Amerika Serikat sebanyak 4.072 kontainer. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.370 kontainer telah berhasil memasuki pasar AS dengan volume mencapai 51.607 ton dan nilai ekspor sekitar Rp 8,78 triliun.

Kehadiran laboratorium pengujian radioaktif tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk perikanan berkualitas tinggi yang memenuhi standar keamanan pangan internasional, sekaligus meningkatkan daya saing ekspor nasional di pasar global.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit