logo batamtoday
Rabu, 17 Juni 2026
PKP BATAM


Produk Kesehatan dan Waralaba Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 19 Miliar di Malaysia
Rabu, 17-06-2026 | 08:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Paviliun Indonesia dalam pameran SEACare 2026 dan Franchise International Malaysia (FIM) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur. (Kemendag)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Partisipasi Indonesia dalam dua pameran internasional di Malaysia pada Mei 2026 berhasil mencatatkan potensi transaksi lebih dari USD 1,17 juta atau setara sekitar Rp 19 miliar. Capaian tersebut diperoleh melalui keikutsertaan Indonesia dalam pameran SEACare 2026 dan Franchise International Malaysia (FIM) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur.

Keikutsertaan Indonesia pada kedua ajang tersebut difasilitasi Kementerian Perdagangan melalui Atase Perdagangan Republik Indonesia (Atdag RI) di Kuala Lumpur.

Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam, mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pasar Malaysia terhadap produk kesehatan dan waralaba asal Indonesia. Menurutnya, pameran internasional menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk dan merek Indonesia ke pasar regional ASEAN.

"Partisipasi Indonesia pada SEACare 2026 dan FIM 2026 membukukan potensi transaksi senilai USD 1,17 juta. Capaian ini memperkuat optimisme terhadap prospek ekspor produk kesehatan dan ekspansi waralaba Indonesia di pasar ASEAN. Kami harap, upaya promosi ini semakin memperluas jejaring bisnis serta membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional," ujar Aziza.

Pada pameran SEACare 2026 yang berlangsung pada 20-22 Mei 2026, Paviliun Indonesia menghadirkan empat perusahaan, yakni PT Ocean Medika Indonesia, PT Kusuma Sukses Makmur, PT Oneject Indonesia, dan PT Solas Langgeng Sejahtera. Keempat perusahaan tersebut menampilkan berbagai produk alat kesehatan, farmasi, serta suplemen kesehatan.

Dari ajang tersebut, Indonesia berhasil memperoleh delapan Letter of Intent (LoI) dengan nilai potensi transaksi mencapai USD 190,5 ribu.

Aziza menilai tingginya antusiasme pengunjung dan calon pembeli menunjukkan daya saing produk kesehatan Indonesia yang semakin kuat di pasar Malaysia.

"Produk-produk Indonesia di SEACare 2026 mendapat respons yang sangat baik dari pengunjung, distributor, dan pelaku industri kesehatan. Hal ini menunjukkan kuatnya minat terhadap produk alat kesehatan, farmasi, dan suplemen kesehatan Indonesia yang inovatif dan berkualitas," katanya.

Pemilik PT Kusuma Sukses Makmur, Zelfiah Lahji, turut mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dan Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur selama pelaksanaan pameran. Ia menilai fasilitasi yang diberikan membuka peluang bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk kesehatan Indonesia kepada calon mitra bisnis di Malaysia.

"Perusahaan optimistis berbagai peluang dan jejaring bisnis yang telah dibangun selama pameran dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret pada masa mendatang. Oleh karena itu, PT Kusuma Sukses Makmur berharap dapat kembali berpartisipasi dalam program promosi dagang yang difasilitasi pemerintah," ujar Zelfiah.

Sementara itu, pada pameran Franchise International Malaysia (FIM) 2026 yang berlangsung pada 21-23 Mei 2026, Indonesia menampilkan sejumlah merek waralaba nasional, antara lain Yummy Coin, Dawa Herbal, Roti Ropi, Leit Education, dan Asosiasi Franchise Indonesia.

Keikutsertaan para pelaku usaha tersebut bertujuan memperluas ekspansi bisnis sekaligus memperkenalkan merek Indonesia kepada investor dan mitra potensial di kawasan ASEAN. Dari ajang ini, Indonesia mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 978,71 ribu.

Menurut Aziza, FIM 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku waralaba Indonesia untuk memperluas jaringan bisnis, menjajaki peluang ekspansi pasar, serta bertemu calon investor dan mitra usaha potensial. "Pameran ini juga dapat dimanfaatkan pelaku waralaba Indonesia untuk mendapatkan calon investor dan pembeli potensial," ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian pada kedua pameran internasional tersebut menjadi bukti bahwa produk dan jasa Indonesia semakin kompetitif di pasar global. "Kami harap semakin banyak produk dan merek Indonesia yang dikenal di pasar internasional serta memperoleh peluang kerja sama yang lebih luas untuk mendorong peningkatan ekspor nasional," tambah Aziza.

Staf Business Development Roti Ropi, Safira Rahmawati, juga menyampaikan apresiasi kepada Atase Perdagangan RI Kuala Lumpur atas dukungan selama pelaksanaan FIM 2026. Menurutnya, pameran tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan merek Indonesia secara langsung kepada pasar Malaysia sekaligus memperluas jejaring bisnis dengan calon investor dan mitra usaha.

"Selama pameran berlangsung, Roti Ropi memperoleh respons positif dari masyarakat Malaysia. Selain mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung, perusahaan juga menjalin komunikasi dengan sejumlah calon investor yang tertarik mengembangkan bisnis Roti Ropi di Malaysia melalui berbagai skema kerja sama," kata Safira.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit