logo batamtoday
Kamis, 11 Juni 2026
PKP BATAM


Fasilitas Pelabuhan Kota Segara Disorot, BUP Kepri Diminta Tak Tutup Mata terhadap Kondisi Infrastruktur
Kamis, 11-06-2026 | 11:08 WIB | Penulis: Harjo
 
Kondisi Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara di Kelurahan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, minim fasilitas penerangan hingga jalan berlumpur. (Foto: Harjo)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Keberadaan Pelabuhan Bongkar Muat Kota Segara di Kelurahan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, yang digadang-gadang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah, justru menuai sorotan. Sejumlah fasilitas dasar di pelabuhan yang dikelola Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri dinilai belum memenuhi standar operasional pelabuhan bongkar muat yang layak.

Tokoh masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi, menilai kondisi infrastruktur pelabuhan hingga saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Padahal, pelabuhan tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu titik aktivitas distribusi barang di wilayah Bintan Utara.

Menurut Andi, minimnya fasilitas pendukung menunjukkan belum adanya keseriusan dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian kawasan.

Salah satu persoalan yang paling mencolok, kata dia, adalah minimnya penerangan di area pelabuhan. Kondisi itu dinilai berisiko terhadap keselamatan pekerja maupun kelancaran aktivitas bongkar muat, terutama pada malam hari.

"Lampu penerangan memang ada dan menggunakan sistem sensor saat aktivitas berlangsung. Namun jumlahnya sangat minim dan tidak mencerminkan standar sebuah pelabuhan bongkar muat yang aktif melayani distribusi barang," ujar Andi, Rabu (10/6/2026).

Tidak hanya itu, akses jalan menuju pelabuhan juga menjadi sorotan. Hingga kini, jalan masuk ke kawasan Pelabuhan Kota Segara masih berupa tanah merah. Saat hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi berlumpur dan kerap tergenang air, sehingga mengganggu mobilitas kendaraan pengangkut barang.

Kondisi tersebut dinilai ironis mengingat pelabuhan dibangun dengan tujuan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperlancar arus logistik. Namun, fasilitas dasar yang menjadi penunjang operasional justru belum mendapat perhatian serius.

"Bagaimana mungkin pelabuhan diharapkan mampu mendorong ekonomi daerah secara maksimal jika fasilitas pendukungnya masih jauh dari memadai. Infrastruktur dasar seperti penerangan dan akses jalan seharusnya menjadi prioritas," katanya.

Andi menegaskan, keberadaan Pelabuhan Kota Segara bukanlah proyek baru. Sejak dioperasikan, pelabuhan tersebut telah melayani aktivitas bongkar muat berbagai komoditas, termasuk semen dan jasa ekspedisi. Namun, hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya peningkatan fasilitas yang signifikan.

Menurutnya, harapan masyarakat terhadap pengembangan pelabuhan tersebut sudah muncul sejak masa kepemimpinan Ansar Ahmad ketika masih menjabat sebagai Bupati Bintan. Akan tetapi, setelah bertahun-tahun beroperasi, kondisi fasilitas di lapangan dinilai masih stagnan.

Ia mengingatkan agar BUP Kepri tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Sebab, jika tidak segera dibenahi, pelabuhan yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah berpotensi kehilangan fungsi strategisnya.

"Jangan sampai pelabuhan ini mulai mengalami kerusakan sementara peningkatan infrastruktur tidak kunjung dilakukan. Masyarakat menginginkan pelabuhan yang benar-benar berfungsi maksimal, bukan sekadar berdiri sebagai simbol pembangunan tanpa pengembangan yang berkelanjutan," tegas Andi.

Ia berharap pemerintah daerah dan BUP Kepri segera menyusun langkah konkret untuk meningkatkan fasilitas Pelabuhan Kota Segara, sehingga keberadaannya mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha, masyarakat, dan perekonomian Kabupaten Bintan secara keseluruhan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit