logo batamtoday
Jum'at, 05 Juni 2026
PKP BATAM


World Book Day 2026 di Batam, BI Kepri Dorong Minat Baca dan Budaya Literasi
Kamis, 04-06-2026 | 14:08 WIB | Penulis: Aldy
 
BI Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri memperingati World Book Day 2026 melalui kegiatan bedah buku inspiratif yang diikuti lebih dari 100 mahasiswa pecinta literasi di Kota Batam, Kamis (4/6/2026). (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kepri memperingati World Book Day 2026 melalui kegiatan bedah buku inspiratif yang diikuti lebih dari 100 mahasiswa pecinta literasi di Kota Batam, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Perwakilan BI Kepri tersebut menjadi puncak rangkaian program literasi yang telah diselenggarakan sejak April 2026. Dalam kesempatan itu, peserta mengikuti diskusi interaktif mengenai buku "Hati yang Gembira Adalah Obat" karya penulis Sophie Navita.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, mengatakan peringatan World Book Day menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali budaya membaca di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, Hari Buku Sedunia yang diprakarsai UNESCO sejak 1995 bertujuan memberikan penghargaan kepada para penulis sekaligus mendorong tumbuhnya budaya membaca sebagai fondasi pembangunan pendidikan. "Literasi merupakan kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah menurunnya minat baca, terutama di kalangan generasi muda yang semakin banyak menghabiskan waktu dengan gawai," ujar Ardhienus.

Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tidak seharusnya mengurangi kebiasaan membaca dan menulis. Menurutnya, kemampuan literasi tetap menjadi dasar untuk membangun pola pikir yang kritis dan kreatif.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan budaya literasi, BI Kepri telah melaksanakan berbagai program sejak April lalu, di antaranya lomba konten digital, lomba puisi, serta podcast literasi yang melibatkan berbagai komunitas.

"Kami berharap berbagai program ini dapat memperluas wawasan masyarakat sekaligus mendorong budaya membaca menjadi kebiasaan yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Moh Bisri, menilai rendahnya tingkat literasi masyarakat masih menjadi tantangan yang harus diatasi secara bersama-sama.

Menurutnya, keberadaan perpustakaan dan ketersediaan buku yang cukup banyak belum sepenuhnya mampu meningkatkan minat baca masyarakat. "Perpustakaan sudah tersedia dan buku juga cukup banyak. Namun, minat membaca masih tergolong rendah. Ini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah untuk membangun kembali kecintaan masyarakat terhadap buku," tegas Bisri.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menanamkan budaya membaca sejak dini melalui lingkungan keluarga, salah satunya dengan menyediakan pojok baca di rumah dan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan buku.

Melalui peringatan World Book Day 2026, BI Kepri dan DPK Kepri berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi terus meningkat sehingga membaca dapat menjadi bagian dari budaya yang melahirkan generasi cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Batam, Herman Rozi, menegaskan bahwa peningkatan literasi di Kota Batam maupun Provinsi Kepulauan Riau tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya membaca.

"Hari ini sudah disampaikan bahwa peningkatan literasi di Batam dan Kepri memerlukan kerja sama yang kolaboratif. Tidak semua pencinta buku memiliki kemampuan menyediakan buku atau fasilitas literasi. Karena itu, setiap pihak memiliki peran sesuai kapasitas masing-masing," ujarnya.

Herman mencontohkan dukungan yang diberikan Bank Indonesia melalui penyelenggaraan kegiatan bedah buku dan berbagai program literasi lainnya. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menarik minat masyarakat serta mempertemukan para pencinta buku dalam satu ruang diskusi yang produktif.

"Meski ada sebagian masyarakat yang belum menyukai kegiatan membaca, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk menumbuhkan kecintaan terhadap buku. Melalui kegiatan seperti bedah buku ini, BI menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan budaya literasi di tengah masyarakat," katanya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit