logo batamtoday
Kamis, 04 Juni 2026
PKP BATAM


WTP Jadi Modal Tarik Investor, Bupati Karimun Targetkan Ledakan Investasi dan Lapangan Kerja
Rabu, 03-06-2026 | 12:08 WIB | Penulis: Freddy
 
Bupati Karimun, Iskandarsyah, saat meneirma penghargaan Opini WTP dalam kegiatan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Kepulauan Riau, Selasa (2/6/2026). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Karimun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun berupaya mengubah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menjadi instrumen strategis untuk menarik investasi dan memperkuat daya saing daerah.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan bahwa capaian WTP tidak boleh dipandang sekadar sebagai keberhasilan administratif atau penghargaan atas tertibnya laporan keuangan pemerintah daerah. Menurutnya, predikat tersebut harus menjadi bukti nyata bahwa tata kelola pemerintahan di Karimun mampu memberikan jaminan transparansi, akuntabilitas, dan kepastian bagi para investor.

"Kami tidak ingin WTP hanya menjadi simbol yang dipajang di ruang kantor. Kami ingin dunia usaha melihatnya sebagai bukti bahwa setiap rupiah yang dikelola pemerintah dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik biaya tersembunyi," kata Iskandarsyah, Selasa (2/6/2026).

Ia menilai, dalam persaingan ekonomi global saat ini, faktor utama yang dicari investor bukan hanya keuntungan finansial, melainkan tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintahan dan kepastian berusaha.

Menurutnya, integritas pengelolaan keuangan daerah menjadi fondasi penting dalam mengurangi risiko investasi. Predikat WTP, lanjut Iskandarsyah, merupakan sinyal bahwa Karimun memiliki birokrasi yang bekerja sesuai aturan, taat hukum, dan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Kepercayaan adalah mata uang paling berharga dalam dunia investasi. Ketika tata kelola keuangan daerah terjaga dengan baik, maka berbagai ketidakpastian yang selama ini menjadi kekhawatiran investor dapat diminimalkan," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Pemkab Karimun mulai mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar lebih produktif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Fokus penggunaan anggaran kini diarahkan pada pembangunan infrastruktur pendukung investasi serta penguatan sistem logistik yang dapat meningkatkan daya saing daerah.

Pemerintah daerah juga menerapkan pendekatan baru dalam perencanaan pembangunan. Setiap program dan usulan kegiatan diwajibkan memiliki dampak yang terukur terhadap peningkatan daya saing Karimun, khususnya dalam menarik investasi baru di kawasan strategis Selat Malaka.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Karimun untuk menawarkan lebih dari sekadar keunggulan geografis. Daerah ini ingin menghadirkan kepastian hukum, efisiensi birokrasi, dan tata kelola pemerintahan yang profesional sebagai daya tarik utama bagi para pelaku usaha.

Iskandarsyah optimistis predikat WTP dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. "Predikat WTP adalah gerbang utama untuk membangun kepercayaan. Melalui kepercayaan itu, kami ingin membuka peluang investasi yang lebih besar, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karimun," tegasnya.

Dengan strategi tersebut, Pemkab Karimun berupaya membuktikan bahwa disiplin dalam pengelolaan keuangan daerah tidak hanya menghasilkan opini audit yang baik, tetapi juga mampu menjadi fondasi kuat bagi percepatan pembangunan dan transformasi ekonomi daerah di tengah persaingan investasi yang semakin ketat.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit