BATAMTODAY.COM, Makkah - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menyampaikan sejumlah imbauan kepada jemaah haji Indonesia menjelang dimulainya pemulangan gelombang pertama pada 1 Juni 2026. Imbauan tersebut ditujukan untuk memastikan proses kepulangan jemaah berlangsung lancar sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Saat meninjau kesiapan pemulangan jemaah di Makkah, Minggu (31/5/2026) malam, Dahnil meminta seluruh jemaah mematuhi ketentuan penerbangan, terutama terkait barang bawaan. Ia mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi karena dapat menimbulkan kendala saat pemeriksaan di bandara.
Menurut dia, distribusi air zamzam bagi jemaah telah diatur melalui mekanisme resmi dan akan diberikan setelah jemaah tiba di Indonesia melalui asrama haji masing-masing daerah.
Selain itu, Dahnil mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pada masa pasca-Armuzna, yakni setelah pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia menilai periode tersebut merupakan fase yang cukup rentan bagi jemaah karena kondisi fisik umumnya mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah yang padat.
Karena itu, jemaah diminta memanfaatkan waktu yang tersisa untuk beristirahat dan memulihkan kebugaran. Aktivitas ibadah sunnah, seperti umrah tambahan, tawaf, maupun ziarah, diimbau dilakukan sesuai kemampuan fisik masing-masing.
Dahnil juga meminta kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah (KBIHU) serta para pembimbing kloter agar tidak menyusun agenda yang terlalu padat sehingga berpotensi menguras tenaga jemaah. "Keselamatan dan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dahnil menegaskan bahwa petugas penyelenggara ibadah haji Indonesia (PPIH) harus tetap memberikan pelayanan secara optimal hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air. Ia meminta petugas di Makkah, Madinah, dan Jeddah terus melakukan pendampingan terhadap jemaah, termasuk dalam layanan konsumsi, akomodasi, dan transportasi menuju bandara.
Menurut dia, berakhirnya puncak pelaksanaan haji tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi intensitas pelayanan kepada jemaah.
Sementara itu, bagi jemaah gelombang kedua yang dijadwalkan berangkat ke Madinah mulai 7 Juni 2026, Dahnil mengimbau agar selalu mengikuti arahan petugas dan berkoordinasi dengan pembimbing kloter dalam setiap kegiatan. Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri mengejar target ibadah tertentu apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
Pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan dimulai melalui Bandara Jeddah pada 1 Juni 2026. Adapun jemaah gelombang kedua akan melanjutkan perjalanan ke Madinah sebelum kembali ke Indonesia sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Editor: Dardani
