BATAMTODAY.COM, Bintan - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan untuk memperkuat program pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia, serta percepatan penurunan stunting.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Bahagia, Kecamatan Gunung Kijang, Senin (25/5/2026), itu disambut langsung Bupati Roby Kurniawan bersama Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, serta Ketua DPRD Kabupaten Bintan.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah turut menyerahkan bantuan Program Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko stunting. Selain itu, digelar demonstrasi Menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pemberian bantuan bagi lansia di Rumah Bahagia, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan keluarga berisiko stunting.
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat, terutama melalui program Sekolah Lansia dan GENTING.
Menurutnya, program Sekolah Lansia menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah daerah dalam menciptakan lansia yang sehat, mandiri, dan tetap produktif di tengah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.
Ia juga menilai sinergi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan dalam upaya percepatan penurunan stunting merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Sementara itu, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri beserta rombongan ke Kabupaten Bintan. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi daerah untuk terus memperkuat program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Keberadaan Rumah Bahagia hari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen sosial mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Roby.
Ia menjelaskan sejumlah program yang telah dijalankan pemerintah daerah, di antaranya pembentukan Sekolah Lansia melalui program SIDAYA (Lansia Berdaya) serta penguatan Program GENTING sebagai upaya menekan angka stunting.
Roby menyebut jumlah penduduk lanjut usia di Kabupaten Bintan saat ini mencapai sekitar 13.676 jiwa. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup, namun sekaligus menjadi tantangan agar lansia tetap aktif dan mandiri.
"Hingga tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama BKKBN telah membentuk tujuh kelompok Sekolah Lansia dengan jumlah peserta dan wisudawan mencapai 301 orang," katanya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa lansia bukan lagi objek pembangunan pasif, melainkan subjek aktif yang memiliki pengalaman, keteladanan, dan kontribusi bagi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bintan juga terus memperkuat Program GENTING melalui edukasi pola asuh, pemenuhan gizi, serta peningkatan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Dalam rangkaian kunjungan kerja itu, Wakil Menteri bersama Bupati Bintan dan rombongan turut meninjau sejumlah fasilitas di Rumah Bahagia guna melihat langsung pelayanan serta aktivitas pemberdayaan lansia yang dijalankan.
Peninjauan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap keberadaan Rumah Bahagia sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan lansia di Kabupaten Bintan.
Pemerintah berharap kunjungan kerja tersebut semakin memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah dalam menyukseskan program pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia, serta percepatan penurunan stunting menuju target Indonesia Emas.
Editor: Gokli
