logo batamtoday
Senin, 25 Mei 2026
PKP BATAM


Padang Arafah Menanti Jutaan Umat Islam dari Penjuru Dunia
Senin, 25-05-2026 | 09:52 WIB | Penulis: Saibansah
 
Koordinator Bidang Satuan Operasi (Satops) Armuzna, Harun Arrasyid, bersama MCH Daker Madinah tiba di Padang Arafah, Selasa 19 Mei 2026. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM, Makkah - Haji 2026 adalah ibadah haji pertaruhan kredibilitas Kementerian Haji dan Umrah (Kemanhaj) RI. Juga, pertaruhan nama baik ribuan petugas haji PPIH (Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji) Arab Saudi 2026.

Itulah makanya, semua stakeholder bekerja maksimal untuk memberikan layanan terbaik bagi 221.000 jemaah haji Indonesia. Termasuk, persiapan puncak haji tanggal 26-30 Mei 2026 di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Bagaimana persiapanya? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM yang menjadi Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani.

Tidak ada kementerian di Indonesia yang mengurusi satu ritual ibadah, kecuali Kemenhaj RI. Hanya mengurusi ibadah haji saja. Tetapi, rentetan jangkauannya begitu luas. Mulai dari berkoordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, sampai mengurusi keselamatan jemaah haji hingga membangun ekosistem bisnis haji menjadi peluang bisnis yang produktif.

Maka, tak heran jika mengurusi jemaah haji itu lebih lama persiapannya daripada pelasakaan ibadah hajinya itu sendiri. Persiapannya hampir sepanjang tahun, tapi rangkaian ibadah hajinya hanya dua bulan, bahkan puncak hajinya juga tak sampai seminggu. Yaitu, 1 hari di Padang Arafah dan 4 hari di Muzdalifah serta Mina.

Tapi, 5 hari di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) itu adalah kunci kesuksesan pelaksanaan ibadah haji. Jika pengaturan kegiatan ibadah jemaah haji Indonesia di Armuzna kacau, maka kacau-balau pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengibaratkan masa-masa Armuzna seperti injury time dalam pertandingan sepak bola. Inilah momentum paling krusial yang sangat menentukan nasib akhir pertandingan. "Apakah kita yang akan mengangat piala atau orang lain, itu ditentukan saat injury time," kata Gus Irfan.

Saat ini, lanjutnya, alhamdulillah kita semua sudah unggul. Jadi, marilah kita pertahankan kemenangan ini sampai akhir pertandingan. Dan kitalah yang mengangkat piala itu.

Analogi lain disampaikan Wakil Menteri Kemenhaj (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak. Pria yang hobi olah raga lari pagi itu menganalogikan rangkaian ibadah haji dengan lari marathon, dan Armuzna adalah garis finisnya. "Haji ini ibaratnya seperti lari marathon, kita sudah lari dengan baik, tapi saat tinggal beberapa meter lagi sampai garis finish, tersandung batu dan jatuh, maka sia-sialah usaha kita," ujarnya saat bincang santai dengan wartawan yang tergabung dalam MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Kantor Daker Makkah, Sabtu 23 Mei 2026.

Untuk memastikan 'injuri time' dan 'garis finish' itu benar-benar aman dan dalam kendali, maka berkali-kali tenda-tenda, toilet dan semua fasilitas untuk para jemaah haji Indonesia di Arafah, Muzdalifah dan Mina, dicek. Semua petugas melakukan cek lapangan. Termasuk, MCH PPIH Arab Saudi 2026 dari tiga daerah kerja, Madinah, Bandara dan Makkah.

Para wartawan MCH Daker Madinah diajak melakukan pengecekan Armuzna oleh Koordinator Bidang Satuan Operasi (Satops) Armuzna, Harun Arrasyid, Selasa 19 Mei 2026 lalu. Rombongan bergerak dari Hotel Dayf Al Arkan Makkah sejak pukul 06:30 waktu Arab Saudi. Beriringan 3 mobil. Pukul ??07:12:07 kami memasuki halaman Padang Arafah, tempat di mana pada setiap tanggal 9 Dzulhijjah, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia, menadahkan tangan, memanjatkan doa dan berasyik-masyu' dengan robb-nya.

Tahun 2026 ini, PPIH Arab Saudi menyiapkan skema pengamanan dan pelayanan berlapis untuk menghadapi fase puncak ibadah haji di Armuzna. Salah satu langkah yang disiapkan ialah pembentukan 10 sektor ad hoc untuk mengawal pergerakan dan keselamatan ratusan ribu jemaah haji Indonesia.

"Satgas yang kita bentuk ini akan kita bentuk lagi 10 sektor ad hoc untuk mengelola, mengendalikan, melindungi jemaah haji kita," ungkap Harun Arrasyid.

Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Kadisbintalal) TNI Angkatan Laut itu kemudian menunjukkan tenda-tenda yang akan ditempati para jemaah haji. Mengecek kasur, bantal dan selimutnya. Tak lupa mengecek kamar mandi dan semua fasilitas lainnya.

Lalu, memaparkan pola gerak jemaah haji Indonesia dari Arafah ke Muzdalifah untuk mabit, atau bermalam dan mengumpulkan batu kerikil. Serta pergerakan jemaah di malam hari dari Muzdalifah ke Mina. Semuanya dipaparkan dengan jelas dan gamblang.

Segala ikhtiar memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah itu sudah dilakukan oleh Kemenhaj RI dan semua stakeholdernya. Termasuk, persiapakan para petugas haji yang memang sudah dipersiapkan baik fisik, mental dan spiritualnya, baik di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, maupun selama bertugas di Madinah sejak 18 April 2026 lalu.

Terakhir, faidza azamta fa tawakkal 'ala Allah. Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Hari ini, Senin 25 Mei 2026, berangsur-angsur para jemaah haji Indonesia akan bergerak menuju Padang Arafah. Disusul kemudian para petugas haji Daker Madinah pada hari Selasa 26 Mei 2026 pukul 02:00 waktu Arab Saudi. Semuanya bergerak bersama-sama dengan niat yang sama: merengkuh ridho ilahi di puncak ritual haji.

Semoga haji para tamu Allah tahun ini diterima menjadi haji mabrur. Dan pulang kembali ke keluarga mereka dalam keadaan sehat dan bahagia. Aamiin yaa robbal 'alamin.

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit