BATAMTODAY.COM, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Salah satu ikhtiar yang dilakukan adalah memberi suntikan vitamin Neurobion untuk menjaga kesiapan fisik dan kesehatan para petugas haji PPIH Arab Saudi 2026.
Langkah preventif tersebut dilakukan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang dikenal sebagai periode paling padat dan menguras tenaga bagi petugas maupun jemaah.
Pejabat Rekam Medis KKHI Makkah 2026, dr Dika Maulana P, mengatakan suntikan Neurobion diberikan untuk membantu menjaga stamina petugas di tengah tingginya intensitas pekerjaan selama musim haji.
"Bagi petugas haji, suntik Neurobion sangat bermanfaat untuk menjaga stamina, mencegah kelelahan ekstrim, dan melindungi fungsi saraf di tengah jadwal kerja yang sangat padat dan menuntut fisik yang prima secara terus-menerus," ujar Dina kepada Tim MCH (Media Center Haji) 2026 di Makkah, Minggu (17/5/2026).
Menurut Dika, para petugas haji setiap hari harus berjalan kaki hingga puluhan ribu langkah di bawah cuaca panas Kota Mekkah yang cukup tinggi, demi memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.
Dalam kondisi tersebut, kandungan vitamin neurotropik berupa vitamin B1, B6, dan B12 dinilai mampu membantu menjaga kesehatan saraf dan mengurangi risiko gangguan fisik akibat kelelahan.
Dina menjelaskan, suntikan Neurobion dapat membantu mencegah kebas, kesemutan, hingga kram otot yang kerap dialami petugas akibat aktivitas fisik berlebih seperti berdiri terlalu lama, berjalan jauh, serta membantu mobilitas jemaah.
Selain itu, vitamin B kompleks di dalamnya juga berfungsi mempercepat metabolisme tubuh sehingga energi dapat pulih lebih cepat meskipun waktu istirahat terbatas.
"Petugas haji rentan mengalami kurang tidur dan kelelahan kronis. Vitamin B kompleks bekerja membantu tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lemas," ujar dokter dari Bandung itu.
Kondisi lapangan selama operasional haji, lanjutnya, juga membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi. Kandungan vitamin B12 dalam suntikan tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga fungsi sistem saraf pusat dan fungsi otak agar petugas tetap sigap saat mengambil keputusan di lapangan.
Di samping itu, suntikan vitamin juga diharapkan mampu membantu menjaga daya tahan tubuh petugas di tengah cuaca ekstrem dan tingginya potensi paparan penyakit menular dari berbagai negara.
"Vitamin B6 membantu pembentukan sel darah putih sehingga mendukung sistem kekebalan tubuh petugas agar tidak mudah terserang flu maupun batuk," lanjut Dika usai melakukan penyuntikan booster vitamin kepada para wartawan MCH PPIH 2026 Daerah Kerja (Daker) Madinah.
Meski demikian, pihak KKHI Makkah tetap mengimbau para petugas haji untuk menjaga pola hidup sehat selama bertugas, antara lain dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi, serta melengkapi asupan vitamin C dan D3 guna meningkatkan perlindungan terhadap infeksi saluran pernapasan.
"Selain suntikan vitamin ini, para petugas haji juga harus tidur cukup dan mengonsumsi makanan yang bergizi," ujar dokter muda itu mengakhiri.
Editor: Dardani
