logo batamtoday
Kamis, 14 Mei 2026
PKP BATAM


Pemerintah Bangun 1.582 Kapal Ikan Modern untuk Nelayan, Dilaksanakan Bertahap hingga 2028
Kamis, 14-05-2026 | 13:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
Presiden Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan di Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). (KKP)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional melalui pembangunan 1.582 kapal ikan modern untuk nelayan di seluruh Indonesia.

Program tersebut diumumkan Presiden Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan di Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Pembangunan kapal dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028 sebagai bagian dari modernisasi armada tangkap dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir.

Di hadapan nelayan dan masyarakat pesisir, Prabowo menegaskan bantuan kapal merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap nelayan kecil sekaligus langkah memperkuat kedaulatan maritim Indonesia. "Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan," ujar Prabowo.

Program bantuan kapal tersebut akan disalurkan melalui koperasi nelayan. Pemerintah juga mendorong pembentukan kelompok usaha berbasis koperasi agar proses distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan.

Kapal yang dibangun terdiri atas berbagai ukuran, mulai dari kapal kecil hingga kapal besar yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah penangkapan ikan di masing-masing daerah.

Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan pembangunan 1.582 kapal dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028.

Menurut Trenggono, sekitar 1.000 unit kapal yang dibangun merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.

Ia mengatakan program tersebut bertujuan meremajakan armada perikanan nasional yang sebagian besar telah berusia tua. Selain itu, pemerintah memastikan seluruh kapal diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor maritim.

Selain pembangunan armada, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasikan kapal modern tersebut melalui pelatihan awak kapal di sekolah-sekolah perikanan dan kawasan pesisir.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada penyelesaian 50 unit kapal modern sepanjang 2026. "Membangun kapal harus benar-benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional serta memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi. Kita harus menyiapkan semuanya mulai dari desain, bahan baku, kelengkapan hingga kesiapan galangan kapal yang akan membangunnya," ujar Latif.

Program modernisasi armada perikanan tersebut juga mendapat dukungan internasional. Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Inggris pada awal 2026, pemerintah Inggris menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan 1.500 kapal ikan Indonesia melalui kerja sama maritim kedua negara.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo di Downing Street.

Pemerintah menilai modernisasi kapal ikan menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas nelayan, memperluas jangkauan melaut dan memperkuat ekonomi biru nasional.

Di sisi lain, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga terus dipercepat. Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 kampung nelayan pada 2025 dan sebanyak 65 lokasi telah rampung dibangun.

Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai pusat ekonomi pesisir terpadu yang dilengkapi hunian nelayan, fasilitas pengolahan hasil laut hingga penguatan koperasi masyarakat.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap nelayan Indonesia dapat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya kelautan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit