logo batamtoday
Rabu, 06 Mei 2026
PKP BATAM


Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen pada Triwulan I-2026, Tetap Tertinggi di Sumatera
Rabu, 06-05-2026 | 17:08 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Batam - Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tetap mencatat pertumbuhan tinggi pada triwulan I-2026 meski mengalami moderasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri tumbuh 7,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melambat dibanding triwulan IV-2025 yang mencapai 7,89 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, menyatakan capaian tersebut masih menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera dan melampaui rata-rata pertumbuhan Sumatera sebesar 5,13 persen (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ditopang sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, perdagangan, serta konstruksi. Masing-masing sektor tumbuh 5,79 persen (yoy), 23,19 persen (yoy), 9,03 persen (yoy), dan 3,06 persen (yoy), dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 2,50 persen, 2,14 persen, 0,76 persen, dan 0,59 persen.

Industri pengolahan tetap menjadi penopang utama meski menghadapi tekanan biaya bahan baku dan logistik. Sementara itu, sektor pertambangan tumbuh signifikan seiring mulai beroperasinya lapangan migas sejak Mei 2025. Kinerja perdagangan terdorong momentum Ramadan dan Idulfitri, sedangkan konstruksi tumbuh lebih terbatas akibat pola normalisasi awal tahun.

Sejalan dengan itu, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI Kepri menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 2,31 persen, menurun dibanding triwulan sebelumnya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi (PMTB) yang tumbuh 7,47 persen (yoy) dengan kontribusi 3,02 persen. Kinerja investasi ditopang iklim usaha yang kondusif, termasuk kemudahan perizinan melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,62 persen (yoy) dengan kontribusi 1,80 persen, sejalan dengan tingkat keyakinan konsumen yang tetap optimistis. Rata-rata Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan I-2026 tercatat 132,22.

Sementara itu, kinerja net ekspor masih tumbuh 9,95 persen (yoy), namun melambat akibat tekanan pada industri pengolahan dan kenaikan harga bahan baku.

Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi tetap terkendali. Pada April 2026, inflasi Kepri tercatat 3,06 persen (yoy), berada dalam kisaran target 2,5±1 persen. Secara bulanan, inflasi sebesar 0,43 persen (month-to-month/mtm), didorong kenaikan harga angkutan udara, makanan jadi, telepon seluler, angkutan laut, dan bensin.

Ke depan, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kepri akan tetap berlanjut, meski menghadapi tantangan normalisasi basis pertumbuhan tinggi pada sektor pertambangan.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan," ujar Rony, Rabu (6/5/2026).

Dari sisi harga, inflasi diproyeksikan tetap terjaga dalam sasaran melalui penguatan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang berfokus pada keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit