logo batamtoday
Kamis, 30 April 2026
PKP BATAM


SPBU Nelayan Aceh Selatan Diresmikan, Pertamina Perkuat Akses BBM Satu Harga untuk Pesisir
Kamis, 30-04-2026 | 13:28 WIB | Penulis: Aldy
 
Peresmian SPBU Nelayan 18.237.014 yang dikelola Koperasi KNTI Aceh Selatan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kamis (30/4/2026). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Aceh Selatan - Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan komitmennya menghadirkan energi hingga wilayah terpencil dengan meresmikan SPBU Nelayan 18.237.014 yang dikelola Koperasi KNTI Aceh Selatan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kamis (30/4/2026).

Peresmian ini dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, di antaranya Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan BBM Satu Harga yang ditujukan untuk menekan disparitas harga energi, khususnya di wilayah pesisir dan terpencil. Kehadiran SPBU Nelayan dinilai strategis untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses bahan bakar.

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Joko Juliantono, menilai kolaborasi lintas sektor dalam proyek ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memperkuat ekonomi akar rumput. "SPBU Nelayan ini diharapkan mampu mengubah tatanan ekonomi masyarakat pesisir. Ke depan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk SPBU sebagai pusat aktivitas ekonomi," ujarnya.

Dari sisi korporasi, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan bahwa pembangunan SPBU tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan energi yang inklusif dan berkeadilan. "Ini adalah langkah konkret dalam menjaga keandalan distribusi energi serta memastikan masyarakat, termasuk nelayan, memperoleh akses BBM dengan harga terjangkau," katanya.

Senada, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menambahkan bahwa kehadiran SPBU ini akan memangkas hambatan distribusi energi yang selama ini dikeluhkan nelayan. "Kami berharap akses BBM yang lebih dekat dapat meningkatkan efisiensi melaut dan produktivitas nelayan di Bakongan Timur," ujarnya.

Sebelum fasilitas ini beroperasi, nelayan setempat harus menempuh jarak hingga 4,4 kilometer hingga 6,4 kilometer untuk mendapatkan bahan bakar. Kondisi tersebut tidak hanya menambah biaya operasional, tetapi juga mengurangi waktu produktif di laut.

Kini, dengan beroperasinya SPBU Nelayan 18.237.014, distribusi Biosolar dilakukan lebih dekat dan terkontrol. Penyaluran BBM subsidi ini mengikuti ketentuan BPH Migas dan menggunakan aplikasi XStar untuk memastikan tepat sasaran berdasarkan rekomendasi dinas terkait.

Selain memperkuat akses energi, pengelolaan SPBU oleh koperasi nelayan juga dinilai sebagai langkah strategis dalam mendorong ekonomi berbasis komunitas. Skema ini diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Pertamina menegaskan akan terus memperluas jaringan layanan energi serupa sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah terpencil Indonesia.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit