BATAMTODAY.COM, Bintan - Kunjungan tim Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bintan ke rumah lansia Lim Keng (90) di Desa Sebong Lagoi mengungkap fakta mengejutkan. Di tengah kondisi kesehatan yang kian rentan, Lim Keng justru menolak tinggal bersama keluarganya dan memilih bertahan hidup seorang diri.
Hasil peninjauan lapangan pada Rabu (29/4/2026) menunjukkan bahwa Lim Keng belum bersedia meninggalkan rumah yang selama ini ia tempati. Ia mengaku masih merasa nyaman, bahkan meyakini rumah tersebut memiliki nilai keberuntungan yang membuatnya enggan pindah.
Pekerja Sosial Ahli Muda Dinsos Bintan, Roro Novi, menyebut keputusan tersebut berbanding terbalik dengan keinginan pihak keluarga. Anak kandungnya, Anna, bersama suami dan anak-anaknya telah berulang kali mengajak Lim Keng untuk tinggal bersama di Kampung Lome.
"Pihak keluarga sudah berkali-kali membujuk agar beliau tinggal bersama. Namun hingga saat ini, kakek Lim Keng tetap memilih bertahan di rumahnya," ujar Roro Novi, Kamis (30/4/2026).
Menurut Roro, keluarga memiliki alasan kuat untuk memindahkan Lim Keng, terutama karena faktor usia lanjut dan kondisi kesehatan yang tidak stabil. Situasi tersebut dinilai membutuhkan pengawasan serta pendampingan intensif dari keluarga.
Namun, upaya persuasif yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Bahkan, intervensi dari Dinsos dan aparat desa juga belum mampu mengubah keputusan Lim Keng. "Anaknya sampai meminta bantuan kami untuk ikut membujuk. Tetapi hasilnya masih sama, baik keluarga maupun pemerintah belum berhasil meyakinkan beliau," jelasnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius, terutama terkait risiko keselamatan lansia yang tinggal sendiri tanpa pengawasan. Dinsos menilai situasi tersebut berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Roro Novi menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada satu kali pendekatan. Dinsos akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna mencari solusi yang tetap menghormati pilihan individu, namun juga menjamin keselamatan.
"Kami akan terus memantau kondisi beliau, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan tempat tinggalnya. Koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait akan diperkuat agar ke depan beliau bisa tinggal lebih aman dan dekat dengan keluarga," tegasnya.
Kasus Lim Keng menjadi potret dilema penanganan lansia di daerah, antara menghormati kemandirian individu dan memastikan perlindungan optimal. Pemerintah dituntut tidak hanya hadir, tetapi juga mampu menemukan pendekatan yang lebih efektif dan humanis dalam menghadapi situasi serupa.
Editor: Gokli
