logo batamtoday
Jum'at, 24 April 2026
PKP BATAM


Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global 2026 Versi JP Morgan
Jum\'at, 24-04-2026 | 10:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global pada 2026, berdasarkan laporan Eye on the Market yang dirilis JP Morgan Asset Management bertajuk Pandora's Bog: The Global Energy Shock of 2026.

Laporan yang terbit pada 21 Maret 2026 tersebut menganalisis 52 negara yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia. Penilaian menggunakan indikator total insulation factor, yakni ukuran komposit dari kontribusi sumber energi domestik seperti gas, batu bara, energi nuklir, dan energi terbarukan terhadap konsumsi energi nasional.

Indonesia mencatat insulation factor sebesar 77 persen, berada di bawah Afrika Selatan (79 persen), namun unggul dibandingkan Tiongkok (76 persen) dan Amerika Serikat (70 persen).

Ketahanan energi Indonesia ditopang oleh dominasi sumber energi domestik, khususnya batu bara yang menyumbang sekitar 48 persen konsumsi energi akhir nasional, disusul gas bumi sebesar 22 persen, serta energi terbarukan sekitar 7 persen.

Dalam laporan tersebut, Indonesia juga dikelompokkan bersama sejumlah negara berkembang seperti Tiongkok, India, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina yang dinilai memperoleh manfaat signifikan dari produksi batu bara domestik di tengah gejolak energi global.

Selain itu, tingkat ketergantungan Indonesia terhadap jalur distribusi energi global relatif rendah. Impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz hanya berkontribusi sekitar 1 persen terhadap total konsumsi energi primer nasional. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan Korea Selatan (33 persen), Taiwan dan Thailand (27 persen), serta Singapura (26 persen).

Sebaliknya, laporan tersebut menempatkan negara-negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Belanda sebagai pihak yang paling rentan terhadap guncangan energi akibat tingginya ketergantungan pada impor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga dalam menjaga ketahanan energi nasional. "Hasil ini bukan sekadar apresiasi atas kondisi saat ini, melainkan validasi atas pilihan kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi domestik dan akselerasi transisi energi," ujar Airlangga, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, posisi tersebut memberi ruang fiskal yang lebih terkendali bagi APBN 2026, sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan dunia usaha di tengah volatilitas harga energi global.

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai risiko ke depan. Airlangga menegaskan sejumlah langkah strategis terus diperkuat, antara lain optimalisasi produksi minyak dan gas domestik, percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), serta peningkatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Selain itu, pemerintah juga mendorong diversifikasi sumber pasokan dan jalur logistik energi guna memperkuat ketahanan terhadap risiko geopolitik.

Ke depan, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan terus mengoordinasikan kebijakan energi dan fiskal secara terintegrasi agar ketahanan energi nasional tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta pelaku usaha.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit