BATAMTODAY.COM, Madinah - Jemaah haji Indonesia, khususnya kloter pertama yang dijadwalkan tiba di Madinah pada 22 April 2026, diimbau untuk tidak beraktivitas sendirian selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara, Ali Nurohim, seiring kesiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jemaah.
Ali menjelaskan, sebanyak 60 personel Linjam telah disebar ke seluruh sektor di Madinah untuk memastikan keamanan jemaah, terutama di area pemondokan.
Menurut dia, keberadaan petugas Linjam bertujuan memberikan rasa aman selama jemaah menjalankan ibadah, termasuk saat beraktivitas di luar hotel hingga menuju Masjid Nabawi.
Ia menuturkan, tugas Linjam tidak hanya mencakup pengamanan, tetapi juga penanganan berbagai persoalan yang dihadapi jemaah, seperti kehilangan atau tertukarnya barang bawaan.
Selain itu, petugas juga melakukan pengamanan perjalanan jemaah dari hotel menuju Masjid Nabawi guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
"Layanan perlindungan tersedia selama 24 jam sehingga jemaah dapat beribadah dengan tenang tanpa rasa khawatir," ujarnya.
Meski demikian, Ali mengingatkan jemaah untuk tetap menjaga keselamatan diri secara mandiri. Ia menyarankan agar jemaah tidak pergi sendiri saat beribadah, melainkan minimal berdua atau dalam rombongan untuk mengantisipasi kesulitan di lapangan.
Selain itu, jemaah diminta selalu membawa identitas diri, khususnya kartu nusuk, saat beraktivitas di luar hotel. Kartu tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran ibadah serta menghindari kendala selama berada di kawasan Masjid Nabawi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan lancar selama berada di Madinah.
Editor: Dardani
