BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus mengoptimalkan pengelolaan zakat sebagai instrumen strategis dalam menekan angka kemiskinan. Langkah ini dilakukan melalui penyelarasan kebijakan bersama Badan Amil Zakat Nasional, termasuk jajaran pimpinan hingga tingkat deputi dan direktur.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Agama di Jakarta, Senin (20/4).
Menurutnya, Kemenag mendorong transformasi digital dalam tata kelola zakat melalui pengembangan sistem informasi laporan keuangan berbasis visual. Sistem tersebut memungkinkan pelaporan dilakukan secara harian oleh BAZNAS maupun lembaga pengelola zakat lainnya.
"Kami mendorong perbaikan tata kelola melalui digitalisasi dengan membangun sistem informasi laporan keuangan berbasis visual. Nantinya, pelaporan pengumpulan dan penyaluran dana dapat dilakukan secara harian sehingga dapat dipantau secara transparan," ujar Abu Rokhmad.
Selain digitalisasi, Kemenag juga menyiapkan standar kesehatan bagi amil zakat sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalitas dan keberlanjutan pengelolaan zakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap pengelolaan zakat di Indonesia semakin transparan dan akuntabel, sekaligus memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
Editor: Gokli
