BATAMTODAY.COM, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong menggelar Indonesia Business Forum 2026 pada Senin (13/4/2026) untuk mempromosikan Sumatera Utara sebagai destinasi unggulan investasi dan pariwisata. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia-Hong Kong sekaligus mendorong peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, dan kunjungan wisata.
Dalam kegiatan tersebut, KJRI Hong Kong juga meluncurkan panduan "Cara Berinvestasi di Indonesia" sebagai referensi praktis bagi pelaku usaha Hong Kong yang ingin menanamkan modal di Tanah Air.
Acara ini dihadiri oleh Joseph HL Chan sebagai tamu kehormatan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi kedua wilayah. "Kemitraan Hong Kong dan Indonesia dibangun atas nilai keterbukaan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan menggabungkan konektivitas global Hong Kong dan potensi pasar Indonesia, kita dapat mencapai kemakmuran bersama di tengah ketidakpastian global," ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, dalam pidato kunci menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan baru. "Sumatra Utara bukan sekadar destinasi, melainkan frontier baru investasi Indonesia dengan fundamental ekonomi yang kuat dan konektivitas yang terus berkembang," katanya.
Djauhari juga menyoroti kedekatan historis dan budaya antara Sumatera Utara dan Tiongkok sebagai faktor pendukung iklim investasi. "Di mana kedekatan budaya terbangun, bisnis tumbuh lebih cepat," tambahnya.
Dalam sesi panel, sejumlah narasumber dari Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Indonesia Investment Promotion Center Beijing, Hong Kong Productivity Council, serta Fangda Partners menyoroti keunggulan strategis wilayah tersebut. Letaknya di jalur Selat Malaka, biaya kompetitif, serta dukungan kebijakan pemerintah dinilai membuka peluang besar di sektor manufaktur, logistik, energi terbarukan, dan pariwisata.
Forum ini juga menghadirkan sesi business matching yang mempertemukan pelaku usaha Hong Kong dengan mitra dari Indonesia guna menjajaki kerja sama konkret. Selain itu, KJRI Hong Kong menyediakan layanan konsultasi terkait imigrasi, ketenagakerjaan, regulasi hukum, perdagangan, hingga kepabeanan.
Melalui forum ini, KJRI Hong Kong berharap terjalin kerja sama yang lebih luas serta mendorong realisasi investasi yang nyata antara pelaku usaha kedua wilayah.
Editor: Gokli
