logo batamtoday
Kamis, 16 April 2026
PKP BATAM


PP Aisyiyah Dorong Pemulihan Gizi Pascabencana, Kader dan Relawan Dibekali Edukasi
Senin, 13-04-2026 | 17:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Edukasi bagi kader dan relawan sebagai upaya mendorong pemulihan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana. (Foto: istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah bersama sejumlah mitra menggelar edukasi bagi kader dan relawan sebagai upaya mendorong pemulihan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko masalah gizi, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia yang kerap muncul setelah bencana.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan kader dari Aceh Tamiang, Langkat, dan Agam, serta melibatkan sejumlah mitra seperti Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan Rangkul Foundation.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis agar mampu memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan.

Ketua MDMC, Budi Setiawan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/4/2026), menegaskan bahwa bantuan untuk korban bencana harus memperhatikan kebutuhan nutrisi yang tepat. Ia mengingatkan, pemberian asupan yang tidak sesuai justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan baru.

"Kelompok rentan yang terus diberikan asupan instan seperti kental manis berisiko mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari," ujarnya Budi Setiawan

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Tria Astika Endah Permatasari, juga menyoroti tingginya kandungan gula pada produk kental manis yang kerap dikonsumsi di lokasi bencana.

Menurutnya, konsumsi gula berlebih dapat merusak pola makan anak dan berdampak buruk bagi kesehatan. Ia menyebut, kandungan gula dalam kental manis bisa mencapai 5-10 gram per 100 ml, yang berisiko jika dikonsumsi berulang, terutama oleh balita.

Sementara itu, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dr. Warsiti, menilai aspek gizi sering kali terabaikan dalam penanganan bencana, padahal menjadi faktor penting dalam proses pemulihan penyintas.

"Melalui kolaborasi ini, kader dan relawan dibekali panduan penanganan gizi anak pascabencana sebagai langkah konkret menjaga kesehatan masyarakat," ujarnya.

Selain edukasi gizi, kolaborasi ini juga menghadirkan program trauma healing bagi anak-anak di daerah terdampak, sebagai bagian dari upaya pemulihan menyeluruh.

Public figure Zaskia Adya Mecca yang turut terlibat melalui Rangkul Foundation menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran, bukan sekadar cepat terkumpul.

"Yang menjadi tantangan bukan hanya mengumpulkan donasi, tetapi bagaimana menyalurkannya secara tepat agar benar-benar membantu korban," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan relawan, baik dari sisi fisik, mental, maupun pengetahuan dalam menghadapi situasi di lapangan.

Diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana tinggi di dunia, berada di peringkat atas berdasarkan World Risk Report. Kondisi geografis yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif serta jalur Ring of Fire membuat Indonesia rawan gempa, tsunami, letusan gunung api, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit