BATAMTODAY.COM, Padang - Telkomsel terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas pemerataan jaringan hingga ke wilayah prioritas. Bertepatan dengan momen Ramadan dan Idulfitri 2026, Telkomsel resmi mengoperasikan Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat.
Kehadiran BTS ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat sekaligus menunjang kenyamanan pengguna jalan di jalur strategis tersebut.
Jalur Sitinjau Lauik sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Padang dan Solok, serta berperan penting dalam mendukung aktivitas logistik dan perekonomian di Sumatera Barat.
Sebagai salah satu koridor utama lintas Sumatera, jalur ini dikenal memiliki tikungan ekstrem dan tingkat kecelakaan yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan dukungan jaringan telekomunikasi yang andal, baik untuk komunikasi, navigasi, hingga kondisi darurat.
Pembangunan BTS ini merupakan tindak lanjut atas permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada Telkomsel. Mengingat lokasinya berada di kawasan hutan, proses pembangunan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta percepatan perizinan agar proyek dapat berjalan optimal.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan sehingga BTS Sitinjau Lauik dapat terealisasi. Menurutnya, kehadiran jaringan ini tidak hanya meningkatkan kualitas komunikasi, tetapi juga mendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama saat arus mudik Lebaran.
"Dengan beroperasinya BTS tersebut, masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di kawasan Sitinjau Lauik kini dapat menikmati layanan komunikasi dan internet yang lebih stabil. Telkomsel berharap infrastruktur ini juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mempercepat digitalisasi di Sumatera Barat," ujar Nizar Fuadi dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026)
"Ke depan, Telkomsel berkomitmen terus memperluas cakupan jaringan dan menghadirkan layanan digital melalui kolaborasi strategis, guna membuka lebih banyak peluang bagi kemajuan masyarakat."
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah turut memastikan pembangunan infrastruktur TIK di daerah sejalan dengan rencana strategis nasional. Dukungan penuh juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Kehutanan, hingga Telkomsel dalam mempercepat proses perizinan.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menegaskan pentingnya keberlanjutan komitmen Telkomsel dalam menjaga kualitas jaringan di kawasan tersebut. "kolaborasi ini dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur di wilayah blank spot lainnya di Indonesia, sekaligus mendorong keselamatan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah," harapnya.
Editor: Gokli
