logo batamtoday
Rabu, 01 April 2026
PKP BATAM


Polri Bangun Laboratorium Sosial Sains di Akpol, Dorong Polisi Berbasis Riset
Selasa, 31-03-2026 | 12:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akpol, ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Wakapolri, Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo, Senin (30/3/2026). (Humas Polri)  

BATAMTODAY.COM, Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat transformasi kelembagaan melalui pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di lingkungan Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang. Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Wakapolri, Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo, Senin (30/3/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari reformasi mendasar Polri dalam menggeser paradigma kerja kepolisian dari pendekatan reaktif menuju pola yang lebih proaktif, reflektif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Wakapolri menegaskan, laboratorium sosial sains akan menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri, khususnya melalui pembaruan kurikulum pendidikan taruna. "Polisi masa depan tidak boleh hanya mengandalkan intuisi emosional. Setiap tindakan harus berbasis riset yang mendalam. Laboratorium ini memastikan lulusan Akpol memiliki landasan filosofis, pedagogis, dan literasi yang kuat sebelum terjun ke lapangan," ujar Dedi.

Laboratorium tersebut dirancang sebagai model pembelajaran baru yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di tengah masyarakat. Konsep ini menjadi bagian dari pendekatan Pendidikan Taruna Berbasis Realitas Sosial.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Rodiyah Tangwun, menilai laboratorium sosial merupakan metode pembelajaran reflektif yang relevan dengan dinamika masyarakat. "Pendekatan ini memungkinkan taruna memahami realitas sosial secara langsung, sehingga mampu merumuskan solusi yang tepat dan kontekstual," ujarnya.

Dalam implementasinya, laboratorium ini memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai ruang belajar berbasis fakta sosial, sarana peningkatan kualitas pendidikan kepolisian yang seimbang antara teori dan praktik, serta wadah kolaborasi dengan masyarakat.

Melalui program ini, Polri menargetkan lahirnya perwira yang tidak hanya profesional, tetapi juga berintegritas dan memiliki kecerdasan holistik. Dampak yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan analisis sosial, penguatan integritas moral, serta terbentuknya kepemimpinan yang adaptif dan solutif.

Pembangunan laboratorium ini juga menandai penguatan kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat utama Mabes Polri, jajaran Lemdiklat, pimpinan Akpol, serta perwakilan berbagai universitas di Indonesia.

Polri menegaskan akan terus mengembangkan ekosistem keilmuan kepolisian melalui kerja sama strategis dengan dunia akademik, termasuk penguatan pusat studi kepolisian di sejumlah kampus.

Melalui inisiatif ini, Polri berharap mampu mencetak SDM unggul yang modern, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit