logo batamtoday
Rabu, 01 April 2026
PKP BATAM


Indonesia-Sao Tome Sepakati Bebas Visa Diplomatik, Perkuat Kerja Sama Strategis
Senin, 30-03-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Kerja Sama, dan Komunitas Sao Tome dan Principe, Ilza Amado Vaz di sela Konferensi Tingkat Tinggi Organization of African, Caribbean, and Pacific States ke-11 di Guinea Ekuatorial, Jumat (27/3/2026). (Kemlu)  

BATAMTODAY.COM, Malabo - Pemerintah Indonesia dan Sao Tome dan Principe menegaskan komitmen mempererat hubungan bilateral melalui penandatanganan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Kerja Sama, dan Komunitas Sao Tome dan Principe, Ilza Amado Vaz. Pertemuan berlangsung di sela Konferensi Tingkat Tinggi Organization of African, Caribbean, and Pacific States ke-11 di Guinea Ekuatorial, Jumat (27/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Arrmanatha menyampaikan apresiasi atas kesamaan visi kedua negara sebagai negara kepulauan, khususnya dalam penguatan kerja sama kelautan dan tata kelola maritim. Ia menilai kesamaan karakter geografis menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi.

"Kesamaan sebagai negara kepulauan membuka peluang besar bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama maritim dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Kedua negara juga sepakat mendorong kerja sama bilateral yang lebih intensif, meliputi penjajakan mekanisme konsultasi bilateral, peningkatan perdagangan dan investasi, serta penguatan program pembangunan.

Selain itu, Indonesia dan Sao Tome dan Principe menekankan pentingnya koordinasi di berbagai forum internasional guna mendorong tata kelola global yang inklusif dan berkeadilan. "Kami mengharapkan dukungan Sao Tome dan Principe terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030, serta dalam mendorong terwujudnya Preferential Trade Agreement antara Indonesia dan ECOWAS," kata Arrmanatha.

Sebagai mitra di kawasan Afrika Barat, Sao Tome dan Principe memiliki peran penting bagi Indonesia, terutama sebagai salah satu sumber impor kakao. Selain itu, peluang kerja sama juga terbuka di sektor energi, khususnya minyak dan gas, serta pengembangan manajemen pariwisata.

Kesepakatan bebas visa diplomatik ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika, sekaligus memperluas kerja sama ekonomi dan diplomasi global.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit