BATAMTODAY.COM, Batam - Di tengah meningkatnya kehati-hatian modal global serta penyesuaian rantai pasok internasional, Batam berhasil mencatat realisasi investasi riil sebesar Rp 69,30 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut melampaui target tahunan Rp 60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran yang ditetapkan.
Hasil ini menempatkan Batam sebagai salah satu kawasan industri dengan kualitas pelaksanaan investasi yang menonjol secara nasional.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian tersebut mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurutnya, pertumbuhan investasi Batam tidak hanya didorong olehbertambahnya jumlah proyek baru, tetapi juga oleh ekspansi dan pendalaman kapasitas usaha dari investor yang telah beroperasi.
"Yang terlihat adalah investasi yang benar-benar berjalan di lapangan, bukan sekadar komitmen di atas kertas," ujar Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Selasa (20/1/2026).
Amsakar menambahkan, percepatan realisasi pada semester kedua 2025 menandakan meningkatnya belanja modal sektor industri. Kondisi ini menunjukkan Batam mulai memasuki fase capital deepening yang berperan langsung dalam mendorong produktivitas dan daya saing kawasan.
Dari sisi struktur investasi, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menjelaskan bahwa komposisi penanaman modal di Batam semakin solid, baik ditinjau dari negara asal investor maupun sektor usaha.
Sepanjang 2025, Singapura masih menjadi penyumbang investasi terbesar, disusul Taiwan, RRT, Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss, dan Prancis. Komposisi ini mencerminkan kuatnya keterkaitan Batam dengan jaringan manufaktur dan logistik regional.
"Struktur tersebut menunjukkan orientasi investasi Batam yang semakin fokus pada sektor-sektor produktif penopang industri inti," kata Li Claudia.
Ia menambahkan, susunan negara dan sektor tersebut memperlihatkan semakin kuatnya integrasi Batam dalam rantai pasok regional maupun global.
Penguatan struktur investasi ini turut ditopang oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan investasi nasional, realisasi investasi Batam tercatat Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau mencapai 118,97 persen.
Secara tahunan, PMDN meningkat signifikan sebesar 125,90 persen, dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) juga tumbuh menjadi Rp25,58 triliun.
"Lonjakan PMDN mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor domestik serta kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional, yang menjadi penopang penting di tengah dinamika global," ujar Fary.
Dari perspektif makroekonomi, capaian ini diraih ketika banyak negara menghadapi pengetatan likuiditas dan restrukturisasi rantai pasok. Dalam kondisi tersebut, kemampuan Batam menjaga momentum investasi menunjukkan keunggulan struktural sebagai basis produksi yang efisien, dekat dengan pasar regional, serta didukung infrastruktur industri yang relatif matang.
BP Batam menegaskan bahwa realisasi investasi yang dicatat merupakan aktivitas ekonomi nyata di lapangan, seiring meningkatnya belanja modal dan penguatan kapasitas produksi pelaku usaha.
Metode penghitungan ini merekam investasi yang terealisasi dalam bentuk aset produktif, seperti mesin, peralatan industri, dan fasilitas produksi yang digunakan langsung dalam kegiatan usaha.
Pendekatan tersebut memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai pembentukan kapasitas ekonomi Batam. Dengan demikian, realisasi investasi 2025 sebesar Rp 69,30 triliun --meningkat dari posisi triwulan III sebesar Rp 54,7 triliun dan sekitar 15 persen di atas target tahunan-- menegaskan bahwa pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.
Editor: Gokli
