BATAMTODAY.COM, Karimun - Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, PT Timah Tbk terus menggencarkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penanaman mangrove di wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Riau.
Sepanjang 2025, PT Timah Tbk telah menanam 11 ribu bibit mangrove yang tersebar di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, serta Kabupaten Kepulauan Meranti. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, menekan laju abrasi, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut dilaksanakan di Desa Tanjung Gemuk, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti, serta di Desa Sawang Laut bersama kelompok Tuah Bersatu Sawang Laut.
Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat setempat, hingga masyarakat pesisir yang merasakan langsung manfaat keberadaan hutan mangrove.
Melalui program TJSL, PT Timah Tbk tidak hanya menitikberatkan pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat pilar sosial dan lingkungan sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta mitigasi perubahan iklim.
"Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, menjadi habitat bagi berbagai biota laut, sekaligus penyerap karbon yang efektif. Melalui program TJSL ini, perusahaan ingin memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah Kundur," ujar Anggi, Selasa (20/1/2026)
Selain berdampak pada kelestarian lingkungan, penanaman mangrove ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir, seperti meningkatnya hasil perikanan dan terbukanya peluang pengembangan ekowisata.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengapresiasi keterlibatan PT Timah Tbk dalam upaya pelestarian pesisir di kawasan Pantai Kobel.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah Tbk atas penanaman mangrove di Pantai Kobel. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan pesisir agar ekosistem pantai dan laut tetap terjaga," ujarnya lagi.
Ia menjelaskan, kondisi mangrove di kawasan Pantai Kobel sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Dengan adanya penanaman kembali, diharapkan ekosistem pesisir dapat pulih secara bertahap.
"Dulu mangrove di pesisir Pantai Kobel Laut ini cukup rusak. Dengan penanaman ini, jumlah mangrove bertambah dan ke depan dapat berfungsi sebagai penahan abrasi," katanya.
Menurut Jefrizal, keberadaan mangrove juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan. Jika dirawat dengan baik, kawasan mangrove dapat menjadi habitat ikan dan udang yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil tangkapan nelayan.
Ia pun berharap kolaborasi antara PT Timah Tbk dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam berbagai program pelestarian lingkungan ke depannya.
Editor: Gokli
