BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho, menegaskan pentingnya pengendalian seluruh operasi lalu lintas dengan dukungan infrastruktur teknologi digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi tolok ukur profesionalisme sekaligus transparansi kinerja polisi lalu lintas di lapangan.
"Saya minta agar kegiatan operasi lalu lintas ini benar-benar dikendalikan oleh infrastruktur teknologi digital, sehingga dapat menunjukkan profesionalisme dan akuntabilitas kinerja Polantas," ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho, Jumat (9/1/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan pelayanan publik di bidang lalu lintas dapat diukur melalui lompatan transformasi digital yang signifikan. Digitalisasi dinilai mampu menekan praktik transaksional serta menjadi bagian tak terpisahkan dari reformasi pelayanan kepolisian modern.
"Salah satu indikator keberhasilan pelayanan publik yang bebas dari praktik transaksional adalah transformasi digital. Digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan," jelasnya.
Kakorlantas Polri juga menginstruksikan seluruh pejabat utama di lingkungan Korlantas untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi transformasi digital. Menurutnya, lompatan digital menjadi indikator penting dalam perubahan pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.
"Saya meminta para pejabat utama agar sungguh-sungguh melakukan evaluasi. Lompatan digital inilah yang menjadi bagian dari indikator keberhasilan dan perubahan pelayanan publik," tambahnya.
Dalam mendukung transformasi digital tersebut, Korlantas Polri memaksimalkan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Saat ini, sekitar 95 persen penindakan pelanggaran lalu lintas dilakukan melalui sistem ETLE, sedangkan penindakan tilang manual hanya digunakan sekitar 5 persen.
"Niat kami adalah 95 persen penindakan melalui ETLE dan 5 persen melalui tilang manual, dan itu harus dilaksanakan secara optimal," ujarnya.
Selain penegakan hukum berbasis teknologi, Irjen Pol Agus juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam tugas kepolisian lalu lintas. Ia berharap Polantas mampu merangkul masyarakat dan membangun kedekatan agar tercipta keselamatan bersama di jalan raya.
"Lebih baik kita dekat dengan masyarakat, merangkul dan diterima di tengah-tengah mereka. Kita ingin semua menjadi sahabat dan bersama-sama mewujudkan keselamatan di jalan. Itu yang paling utama," tegasnya.
Dalam upaya meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Kakorlantas Polri meminta agar manajemen dan rekayasa lalu lintas direncanakan secara matang, dengan memanfaatkan prediksi serta parameter kendaraan dan kondisi jalan.
"Saya minta manajemen dan rekayasa lalu lintas direncanakan sebaik-baiknya. Selain prediksi, gunakan parameter kendaraan dan kondisi jalan untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas," pungkasnya.
Editor: Gokli
