BATAMTODAY.COM, Batam - NVIDIA memperkenalkan lini terbaru NVIDIA GeForce RTX 50 Series berbasis kecerdasan artifisial (AI) kepada mahasiswa di Batam melalui kegiatan kolaborasi akademik bersama Politeknik Negeri Batam, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya NVIDIA dalam mendorong kesiapan talenta digital Indonesia menghadapi perkembangan teknologi AI yang semakin masif.
Seiring meningkatnya pemanfaatan AI di berbagai sektor, kebutuhan akan perangkat komputasi berperforma tinggi dinilai semakin penting di lingkungan pendidikan tinggi. Mahasiswa dan peneliti dituntut memiliki teknologi yang mampu menunjang proses pembelajaran, riset, serta pengembangan inovasi secara cepat dan efisien.
Melalui kegiatan tersebut, NVIDIA menghadirkan sesi presentasi teknologi, workshop, hingga demonstrasi produk yang memperkenalkan kemampuan GPU NVIDIA GeForce RTX 50 Series sebagai fondasi pembelajaran AI modern. Para dosen dan mahasiswa diperkenalkan pada pemanfaatan GPU untuk komputasi paralel, simulasi, deep learning, hingga pengolahan data berskala besar.
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menegaskan bahwa GPU modern saat ini telah menjadi tulang punggung pengembangan teknologi AI di tingkat global. "AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan hari ini. Kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta yang siap bersaing secara global, dan teknologi GPU menjadi fondasi penting dalam proses tersebut," ujar Adrian.
Ia menjelaskan, performa NVIDIA GeForce RTX 50 Series memungkinkan komputasi paralel dalam skala besar yang tidak dapat ditangani oleh CPU konvensional. Kemampuan ini membuka peluang luas bagi institusi pendidikan, industri, hingga startup untuk mengembangkan riset dan produk berbasis AI.
Dalam diskusi, pemanfaatan AI di sektor pendidikan disebut telah melampaui penggunaan AI generatif. Teknologi ini mampu mendorong personalisasi pembelajaran, menyesuaikan materi dengan kemampuan dan minat mahasiswa. Di tingkat institusi, AI juga dimanfaatkan untuk manajemen kampus, seperti prediksi kebutuhan kelas, penjadwalan otomatis, hingga pemantauan performa akademik.
Pada bidang riset, AI berperan penting dalam analisis big data, pemrosesan dataset berskala besar, serta visualisasi tren penelitian. Sementara di sektor teknik dan sains, AI memungkinkan simulasi real time, termasuk simulasi fluida, analisis struktur, dan perhitungan matematis kompleks yang sebelumnya membutuhkan fasilitas komputasi berbiaya tinggi.
Arsitek bisnis AI dan konten kreator, Anjas Maradita, menilai kombinasi GPU dan AI telah menjadi penggerak efisiensi dan inovasi di berbagai industri. "Kombinasi GPU dan AI mampu mempercepat ratusan eksperimen yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya hitungan jam," kata Anjas.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI kini terlihat di berbagai sektor, mulai dari desain otomotif, layanan kesehatan melalui virtual agent, otomasi manufaktur, hingga peningkatan kualitas desain grafis dan produksi video.
Dalam kesempatan tersebut, NVIDIA juga memperkenalkan keunggulan GeForce RTX 50 Series yang dibangun di atas arsitektur Blackwell. Arsitektur ini memadukan performa AI masif dengan kualitas grafis mutakhir untuk mendukung kebutuhan pembelajaran, riset, produktivitas kreatif, hingga hiburan.
RTX 50 Series mendukung percepatan aplikasi CAD, BIM, data science, simulasi, dan rendering 3D real time. Untuk kebutuhan gaming dan visualisasi, teknologi ray tracing realistis, DLSS 4 dengan multi-frame generation, serta NVIDIA Reflex dihadirkan untuk meningkatkan performa sekaligus menekan latensi.
Di sisi kreativitas, NVIDIA Studio dan teknologi NVIDIA Broadcast memungkinkan proses editing, rendering, dan kolaborasi daring berlangsung lebih cepat dan efisien. Dukungan on-device AI melalui NVIDIA TensorRT-LLM juga memungkinkan pemrosesan model AI secara lokal, aman, dan tanpa ketergantungan pada server pusat.
Dengan teknologi NVIDIA Max-Q dan memori GDDR7, laptop berbasis RTX 50 Series menawarkan performa setara desktop dalam desain yang tipis, senyap, dan hemat daya. NVIDIA mencatat peningkatan performa signifikan, mulai dari fine-tuning LLM lokal hingga puluhan kali lebih cepat, gaming berlipat ganda, hingga kreasi berbasis AI yang jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan CPU semata.
Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi di Batam, NVIDIA menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan memastikan mahasiswa Indonesia mampu memanfaatkan teknologi AI secara optimal untuk belajar, meneliti, dan menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Editor: Gokli
