logo batamtoday
Jum'at, 30 Januari 2026
PKP BATAM


Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Optimalkan Beasiswa STEM untuk Mahasiswa RI
Selasa, 23-12-2025 | 15:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
Wamendiktisaintek Stella Christie bersama Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov. (Kemendiktisaintek)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Pemerintah Federasi Rusia memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi melalui optimalisasi pemanfaatan beasiswa Pemerintah Rusia bagi mahasiswa Indonesia.

Program ini difokuskan pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), termasuk energi nuklir, sebagai upaya strategis memperluas akses studi luar negeri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie; Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov; Atase Kedutaan Besar Federasi Rusia Yulia Tomskaya dan Gleb Darchenkov; serta Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia Maria Khionaki.

Wakil Menteri Stella Christie menyambut baik komitmen Pemerintah Rusia dalam menyediakan dan memperluas kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia unggul.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan beasiswa dari Pemerintah Rusia. Ini selaras dengan visi Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," ujar Stella.

Ia menambahkan, tantangan utama dalam pemanfaatan beasiswa bukan terletak pada minat mahasiswa, melainkan pada keterbatasan diseminasi informasi yang belum menjangkau seluruh calon penerima potensial, khususnya dari latar belakang STEM.

"Permasalahan yang kami hadapi adalah bottleneck informasi. Banyak mahasiswa belum mengetahui peluang ini, atau pendaftar justru tidak berasal dari bidang STEM. Karena itu, kami akan memperkuat penyebaran informasi secara lebih terarah dan sistematis," jelasnya.

Sementara itu, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa kerja sama beasiswa antara Rusia dan Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Menurutnya, peningkatan kuota beasiswa menjadi bukti kepercayaan Rusia terhadap pemanfaatan program oleh mahasiswa Indonesia.

"Tahun lalu Indonesia memperoleh kuota 250 beasiswa Pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya dinilai optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 pada tahun ini, dan kami berharap jumlahnya dapat terus bertambah jika seluruh kuota dimanfaatkan dengan baik," kata Sergei.

Ia menjelaskan, beasiswa tersebut mencakup jenjang sarjana, magister, dan doktor, dengan komposisi sekitar 200 mahasiswa sarjana, 80 magister, dan 20 doktoral. Antusiasme pendaftar juga tergolong tinggi, dengan ribuan calon mahasiswa Indonesia telah mendaftarkan diri.

Selain skema beasiswa reguler, Rusia juga menyediakan beasiswa khusus melalui Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL). Namun demikian, pemanfaatan kuota di bidang energi nuklir dinilai masih perlu ditingkatkan agar sejalan dengan jumlah kuota yang tersedia.

Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki, menjelaskan bahwa beasiswa RUSAL menawarkan skema pembiayaan penuh dan dilaksanakan di Ural Federal University, Yekaterinburg. "Beasiswa RUSAL memberikan dukungan penuh dan kami telah menyiapkan berbagai materi informasi, termasuk brosur, agar mahasiswa Indonesia memahami keunggulan program ini," ujar Maria.

Ia menambahkan, pihak Rusia juga akan menggelar sosialisasi secara daring berupa presentasi langsung dari universitas-universitas di Rusia guna memberikan gambaran akademik yang lebih komprehensif kepada calon pendaftar.

Ke depan, Kemdiktisaintek dan Pemerintah Federasi Rusia sepakat memperkuat koordinasi melalui penyediaan materi informasi terpadu, pelaksanaan sosialisasi secara daring dan luring, serta pelibatan alumni Indonesia lulusan Rusia sebagai duta pengalaman belajar. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, tetapi juga memperkuat kapasitas riset, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kontribusi lulusan bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit