logo batamtoday
Kamis, 02 April 2026
PKP BATAM


Indonesia Perkuat Peran Global South di KTT G20 Afrika Selatan 2025
Senin, 24-11-2025 | 16:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
Menko Airlangga turut didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djowandono, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, serta Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Saud Purwanto Krisnawan. (Kemenko Perekonomian)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia kembali menegaskan perannya dalam memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam tata kelola ekonomi global melalui partisipasi aktif pada KTT G20 Afrika Selatan 2025.

Sebagai negara yang pernah memegang Presidensi G20 pada 2022, Indonesia mendorong agenda inklusivitas, ketahanan global, dan penguatan suara Global South, yang kini diteruskan oleh Afrika Selatan sebagai tuan rumah.

Dalam konferensi pers daring dari Johannesburg, Minggu (23/11/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah menghadiri rangkaian hari pertama KTT G20. Pertemuan tersebut tercatat bersejarah karena untuk pertama kalinya berlangsung di benua Afrika dan dihadiri 37 kepala negara serta pimpinan lembaga internasional seperti PBB, IMF, dan Bank Dunia.

"Tema yang diusung Afrika Selatan, Solidarity, Equality, and Sustainability, menandai berakhirnya estafet kepemimpinan Global South di G20 yang dimulai dari Indonesia pada 2022, lalu India, Brasil, dan kini Afrika Selatan," ujar Airlangga.

Pada sesi pembahasan, Wapres Gibran mengikuti diskusi mengenai ekonomi inklusif, pembangunan berkelanjutan, pembiayaan pembangunan, serta isu strategis seperti pengurangan risiko bencana, perubahan iklim, transisi energi, dan penguatan ketahanan pangan.

Airlangga menuturkan bahwa dalam pidatonya, Wapres Gibran menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi global yang kuat, adil, dan inklusif. Ia juga menyoroti perlunya akses pembiayaan internasional yang lebih mudah, setara, dan dapat diprediksi bagi negara berkembang. Upaya itu dapat ditempuh melalui berbagai mekanisme, termasuk penghapusan utang, pembiayaan inovatif, blended finance, serta pembiayaan transisi yang berkeadilan.

Indonesia turut memperkenalkan inovasi digital berbiaya rendah, seperti QRIS, yang telah diadopsi oleh beberapa negara di Asia, termasuk Jepang dan Korea. "Wapres juga mendorong dimulainya Dialog G20 mengenai ekonomi kecerdasan atau kecerdasan buatan, seiring kemajuan teknologi keuangan. Selain itu, beliau menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kebutuhan dasar sekaligus investasi strategis," jelas Airlangga.

Dalam kesempatan itu, para pemimpin dunia juga menerima Leaders’ Report yang mencatat masih adanya sekitar 720 juta penduduk dunia yang mengalami kelaparan. Airlangga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis menjadi contoh nyata bagaimana sebuah inisiatif mampu meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat rantai pasok nasional melalui pemanfaatan produk lokal serta pemberdayaan petani dan peternak.

Pembahasan turut menekankan pentingnya pengurangan risiko bencana sebagai bagian dari strategi pembangunan Indonesia, mengingat wilayah Indonesia berada di ring of fire. Airlangga juga menyinggung berbagai krisis kemanusiaan di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel sebagai pengingat bahwa aspek kemanusiaan harus menjadi pusat tata kelola global.

Menurut Airlangga, sejumlah negara mendukung seruan tersebut, termasuk Afrika Selatan, yang dalam kepemimpinannya menekankan perlunya ruang yang lebih besar bagi benua Afrika sebagai kawasan berpotensi besar untuk industrialisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Di sela-sela KTT, Wapres Gibran juga menghadiri MIKTA Leaders Gathering bersama pemimpin Meksiko, Korea Selatan, Turkiye, dan Australia. Indonesia menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Korea Selatan pada 2025, sementara kepemimpinan MIKTA 2026 akan diambil alih Australia.

Selain rangkaian forum, Wapres Gibran melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara dan lembaga internasional, termasuk Perdana Menteri Ethiopia, Perdana Menteri Vietnam, Presiden Angola selaku Ketua Uni Afrika, Presiden Finlandia, Direktur Jenderal WTO, serta Sekretaris Jenderal UNCTAD.

Menko Airlangga turut didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas Djowandono, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, serta Duta Besar RI untuk Afrika Selatan Saud Purwanto Krisnawan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit