logo batamtoday
Kamis, 02 April 2026
PKP BATAM


Indonesia Perkuat Akses Pasar Global, Pemerintah Mantapkan Langkah Aksesi CPTPP
Senin, 24-11-2025 | 14:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia kian memantapkan langkah untuk memperluas akses pasar global melalui rencana aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), salah satu perjanjian perdagangan bebas paling ambisius di kawasan Indo-Pasifik.

Upaya ini dipandang strategis untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus mendorong integrasi ekonomi Indonesia dalam rantai perdagangan internasional.

CPTPP saat ini menghimpun 12 negara anggota dengan total populasi sekitar 590 juta jiwa, yang mewakili hampir 15 persen PDB global. Australia sebagai Ketua CPTPP 2025 terus mendorong pendalaman kerja sama serta perluasan keanggotaan blok perdagangan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa sebagian besar ketentuan CPTPP telah selaras dengan komitmen Indonesia di berbagai forum perdagangan internasional seperti WTO, RCEP, ASEAN, dan proses aksesi OECD. "Indonesia hanya memerlukan beberapa penyesuaian regulasi untuk memenuhi komitmen CPTPP," ujar Airlangga.

Dukungan terhadap Indonesia juga datang dari Australia. Dalam pernyataan resmi, Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk satu dari empat negara yang dinilai sejalan dengan Prinsip Auckland, bersama Uruguay, Uni Emirat Arab, dan Filipina. Australia telah memulai proses aksesi dengan Uruguay dan akan melanjutkannya untuk tiga negara lain pada 2026.

Pemerintah Indonesia menyambut penilaian tersebut sebagai sinyal positif atas kesiapan nasional untuk berperan lebih besar dalam arsitektur ekonomi regional. Pada pertemuan dengan Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong, Airlangga kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memajukan proses aksesi CPTPP.

Masuknya Indonesia dalam CPTPP diproyeksikan membawa sejumlah keuntungan strategis. Akses pasar akan semakin luas karena beberapa negara anggota belum menjalin perjanjian bilateral dengan Indonesia. Selain itu, potensi peningkatan ekspor dinilai signifikan seiring meningkatnya daya saing produk nasional.

Indonesia juga berpeluang menerima tambahan investasi asing langsung, didukung peningkatan transparansi dan kepastian iklim usaha. Integrasi ekonomi yang lebih dalam diperkirakan turut mendongkrak pertumbuhan PDB nasional.

Bagi CPTPP, kehadiran Indonesia memberikan nilai tambah besar, mulai dari penguatan integrasi ekonomi kawasan, perluasan peluang perdagangan, hingga peningkatan relevansi blok tersebut --terutama karena Indonesia merupakan ekonomi terbesar di ASEAN dengan posisi strategis di Indo-Pasifik.

Airlangga menegaskan bahwa bergabungnya Indonesia ke CPTPP akan mendorong standar kebijakan perdagangan nasional menjadi lebih tinggi. "Peningkatan standar ini diharapkan memperkuat laju ekspor-impor serta meningkatkan volume perdagangan antarnegara anggota," ujarnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit