BATAMTODAY.COM, Batam - Semangat membawa UMKM naik kelas dan menembus pasar global kembali diwujudkan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau melalui Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 yang resmi dibuka di One Batam Mall, Rabu (20/8/2025).
Dengan mengusung tema 'Akselerasi Ekspor Menuju Kemandirian Ekonomi yang Berkelanjutan', GMP 2025 menjadi bukti konsistensi BI Kepri menghadirkan program nyata untuk memperkuat daya saing UMKM.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, menyebut posisi Kepri yang strategis sebagai pintu gerbang ke Singapura dan Malaysia membuka peluang besar bagi produk UMKM untuk ekspor. "Kami ingin UMKM Kepri semakin percaya diri. BI hadir untuk mendukung para pelaku usaha agar produk mereka bernilai tambah tinggi dan tembus pasar internasional," ujarnya.
Tahun ini, BI Kepri menargetkan pembiayaan melalui business matching meningkat hingga Rp 13 miliar. Pameran produk unggulan, fashion show berbasis wastra Melayu, hingga pertemuan UMKM dengan perbankan dan pembeli disiapkan sebagai rangkaian GMP. "Harapannya, makin banyak UMKM bisa mendapat akses modal untuk memperluas usaha, bahkan sampai ekspor," jelas Rony.
.jpg)
Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, saat menyampaikan sambutan pembukaan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) di One Batam Mall, Rabu (20/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
Selain akses pembiayaan, BI Kepri juga mendorong digitalisasi. Lewat QRIS, transaksi UMKM semakin mudah, cepat, dan aman. Bahkan, QRIS Cross Border memungkinkan wisatawan Singapura dan Malaysia bertransaksi langsung di Batam. "Inovasi ini membuka peluang omzet lebih besar bagi pelaku UMKM," tambahnya.
BI Pusat Tekankan Tiga Poin Penting
Dukungan penuh juga datang dari BI pusat. Asisten Gubernur BI, Doddy Zulverdi, menegaskan tiga kunci utama agar UMKM Kepri bisa mendunia, yakni konsistensi, inovasi, dan sinergi.
"Kalau kita konsisten, terus berinovasi, dan saling bersinergi, saya yakin UMKM Kepri bisa mendunia," kata Doddy di hadapan forkopimda Kepri dan perwakilan kabupaten/kota.

Asisten Gubernur BI, Doddy Zulverdi, saat menyampaikan sambutan pembukaan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) di One Batam Mall, Rabu (20/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
Ia memaparkan, pembinaan UMKM harus berkelanjutan agar pelaku usaha benar-benar mandiri. "UMKM tidak bisa sekali tendang langsung selesai. Mereka butuh pendampingan hingga siap ekspor," ujarnya.
Menurut Doddy, inovasi menjadi kunci agar UMKM mampu mengikuti perkembangan zaman. "Kita harus berani berinovasi, baik dari sisi produk, pembiayaan, pemasaran, maupun digitalisasi," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan UMKM hanya dapat dicapai melalui kerja sama banyak pihak. "BI tidak bisa sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, instansi terkait, hingga komunitas kreatif dan dekranasda," tegas Doddy.
Etalase UMKM Kepri
Ketua Panitia GMP sekaligus Asisten Direktur BI Kepri, Adik Afrinaldi, menjelaskan bahwa ajang ini menghadirkan lebih dari 100 UMKM binaan serta melibatkan perbankan nasional. "Kita memamerkan produk UMKM yang sudah kita inkubasi, kurasi, dan latih. Hasilnya bisa langsung dilihat di pameran ini," katanya.

Foto bersama Kepala OJK Kepri, Sinar Dandjaya dengan perwakilan Forkopimda Kepri, Kota Batam, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga, usai pembukaan secara resmi Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 di One Batam Mall, Rabu (20/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
Selain pameran, pengunjung juga disuguhi talk show tematik seputar fashion, halal UMKM, digitalisasi, hingga ekspor. Ada pula hiburan berupa lomba, kompang, fun run 5K, dan penampilan musisi Pongki.
Adik menegaskan, GMP bukan sekadar acara tahunan, melainkan strategi memperkuat daya saing UMKM perbatasan agar mampu menembus pasar internasional. "Permintaan ekspor ke Singapura dan Malaysia ada, tetapi pasokan kita masih terbatas. Karena itu, melalui GMP ini kita dorong peningkatan produktivitas agar UMKM bisa memenuhi permintaan tersebut," ujarnya.

Foto bersama usai pembukaan secara resmi Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2025 di One Batam Mall, Rabu (20/8/2025). (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)
UMKM Kepri Menuju Kelas Dunia
Dengan sinergi antara BI pusat, BI Kepri, pemerintah daerah, perbankan, hingga komunitas kreatif, Gebyar Melayu Pesisir 2025 diyakini mampu membuka jalan bagi UMKM Kepri untuk naik kelas, menjaga warisan budaya Melayu, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi di pasar global.
"Batam dan Kepri adalah daerah perbatasan, peluangnya besar, dan kita ingin UMKM benar-benar bisa go global," pungkas Adik. (*)
