logo batamtoday
Sabtu, 27 Juni 2026
PKP BATAM


Ini Tanggapan Gubernur Ansar Terkait Kenaikan Tarif Listrik Batam
Kamis, 10-07-2025 | 17:08 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Foto: Aldy Daeng/Batamtoday)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyatakan kenaikan tarif listrik di Batam terjadi akibat lonjakan harga bahan bakar gas yang digunakan oleh pembangkit listrik PLN Batam.

Selama ini, listrik Batam ditopang gas pipa dari Gresik. Namun karena pasokan berkurang, sekitar 30 persen kini digantikan oleh gas alam cair (LNG) impor yang harganya jauh lebih mahal, mencapai 13-15 dolar per MMBtu, dibandingkan gas pipa hanya 7 dolar.

"Konversi ke LNG membuat biaya operasional meningkat. Sekarang malah 70 persen pakai LNG, sisanya gas pipa," ujar Gubernur Ansar Ahmad, usai acara peresmian PT STANIA, di Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Kamis (10/7/2025).

Gubernur Ansar menjelaskan tambahan biaya muncul dari pengiriman LNG lewat kapal dari Lampung ke Batam. Untuk jangka panjang, Ia mendorong percepatan proyek metering gas di Pulau Pemping agar bisa mengalir hingga ke Belakang Padang, serta menekankan pentingnya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk gas Natuna agar tidak seluruhnya diekspor ke Singapura.

"Kita harus bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan listrik di 2027 yang bisa tembus 2 hingga 4 gigawatt, terutama karena masuknya industri data center. Jangan sampai harga listrik kita lebih mahal dari Johor dan kalah saing," terang Ansar.

Meski begitu, Ansar mengaku belum mendapat laporan resmi dari Pemkot Batam soal kenaikan tarif listrik ini. "Kami berharap PLN Batam membuka ruang dialog dengan Pemko dan BP Batam untuk mencari solusi terbaik," imbuhnya.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit