BATAMTODAY.COM, Batam - Sepekan pasca-Hari Raya Idulfitri, permintaan terhadap bahan makanan segar, terutama hasil laut dan sayuran, meningkat tajam di sejumlah pasar tradisional di Batam. Kondisi ini turut berdampak pada lonjakan harga komoditas tertentu seperti udang, ikan, serta sayuran hijau seperti bayam dan kangkung.
Pantauan di Pasar Botania 1, Sabtu (5/4/2025), banyak warga terlihat memburu hasil laut sebagai bahan utama masakan harian. Masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, memilih beralih dari menu daging khas Lebaran ke sajian berbasis seafood.
"Beberapa hari terakhir kami terus makan daging dan masakan bersantan. Sekarang ganti selera, pengennya yang segar-segar dari laut," ujar Surti, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja.
Sementara itu, Cece Santi, pedagang ikan di pasar tersebut mengungkapkan bahwa pasokan seafood masih terbatas akibat sebagian besar nelayan belum kembali melaut setelah libur Lebaran. Hal ini menyebabkan stok terbatas dan harga naik.
"Ikan masih mahal karena nelayan belum semua turun. Ikan tenggiri bisa sampai Rp 75 ribu per kilogram, udang antara Rp 100 sampai Rp 160 ribu, tergantung ukuran," jelasnya.
Selain seafood, harga sayuran juga mengalami kenaikan. Afdal, pedagang sayur di pasar yang sama, menyebutkan bahwa harga kangkung dan bayam mengalami lonjakan signifikan. Kangkung kini dijual Rp 20 ribu per kilogram, sementara bayam mencapai Rp 23 ribu per kilogram. Kenaikan ini diduga karena belum stabilnya pasokan dari petani dan distributor luar kota.
"Sayur dari luar belum banyak masuk. Mungkin karena belum semua petani panen. Yang naik parah itu kangkung dan bayam, cabai sih masih normal," ungkap Afdal.
Harga cabai merah keriting tercatat Rp 70 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp 68 ribu, dan cabai setan Rp 95 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat sebagian warga harus menyesuaikan anggaran belanja, sambil berharap pasokan dan harga segera kembali normal dalam waktu dekat.
Editor: Gokli