BATAMTODAY.COM, Madinah - Satu persatu, amalan rahasia para petugas haji Indonesia 2026 mulai terbongkar. Tidak sengaja. Ada yang terbongkar amal rahasianya itu pada hari hari tertentu dan waktu waktu tertentu. Ada juga yang terbongkar karena perbincangan santai. Tapi, ada juga yang 'keukeuh' menutup-nutupi amalan rahasianya itu.
Apa saja amalan rahasia para pelayan tamu Allah itu? Berikut catatan Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM, Saibansah Dardani yang saat ini bertugas menjadi MCH (Media Center Haji) PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia) Arab Saudi 2026.
Setelah bergaul setiap hari selama lebih dari 70 hari di Tanah Suci, dengan sesama petugas haji 2026, mulai dari sarapan bareng, apel pagi, bersama menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia, sampai dengan bersama-sama mengantarkan mereka bergerak menuju kota suci Makkah dan ke Tanah Air, saya melihat ada beberapa teman petugas haji yang melakukan amalan yang sama. Di hari dan waktu yang sama.
Untuk menjaga 'kerahasiaan' amalan mereka, saya pun akan menutupi identitas mereka. Sehingga, biarlah amal-amal rahasia itu tetap menjadi rahasia antara si pengamal soleh dengan Rabb-nya saja.
Melalui tulisan ini, saya hanya ingin mengungkap sebagian amalan rahasia para pelayan tamu Allah itu.
Bak kisah seorang wali Allah yang selalu menutup-nutupi identitas sekeras-kerasnya. Tidak mau jati diri kewaliannya terungkap oleh seorang manusia pun. Barangkali, seperti itu pulalah kisah amalan rahasia para petugas haji Indonesia 2026 itu. Meskipun tidak sama persis.
Ada seorang petugas haji yang secara tidak sengaja mengungkapkan, dirinya punya kebiasaan membaca surat Yasin setiap habis sholat subuh dan maghrib. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak masih berpangkat perwira menengah di satuan TNI Angkatan Darat. Dan terus dilakukannya sampai hari ini, saat di pundaknya sudah menempel tanda-tanda kepangkatan.
Amalan rahasianya itu tidak sengaja terungkap, saat kami sholat maghrib berjamaah di tenda Mina, Makkah. Seusai sholat maghrib pria berbadan tegap itu pun langsung memulai bacaan surat Yasin. Sampai selesai. Barulah kami berbincang santai, sampai terungkap amalan rahasianya tersebut.
"Saya ngaji Yasin setiap setelah sholat subuh dan maghrib, ini sejak tujuh belas tahun lalu," ungkapnya.
Lalu, ada lagi amalan rahasia seorang perwira menengah polisi yang tahun ini dipercaya Kementerian Haji dan Umrah (Kemanhaj) menjadi seorang kepala sektor. Saat semua teman-temannya asyik menikmati manisnya aneka jus dingin, dia tetap fokus pada tugasnya. Tidak tertarik sama sekali dengan minuman dingin yang menggoda itu. Padahal, saat itu tidak di hari Senin atau Kamis.
Ternyata, terungkap bahwa pria pendiam tersebut sudah menjalani puasa Nabi Daud sejak sekitar 14 tahun lalu. Tidak putus. Bahkan saat melaksanakan tugas pelayanan jemaah haji di Mina. Bisa dibayangkan, betapa panasnya Mina dan panjangnya jarak tempuh menuju jamarat dari tenda-tenda, tapi dia tetap istiqomah dengan puasanya itu.
Bahkan, saat saya dan teman memberinya kue kering dan minuman manis dalam botol, diambil lalu disimpan di tasnya.
"Untuk nanti," ujarnya.
Ada juga, petugas haji yang tugas dan fungsinya mengejar berita liputan haji, kadang di tengah terik menyengat, kadang sampai tengah malam, tapi dia tetap konsisten melaksanakan puasa setiap Senin dan Kamis. Selama saya bertugas dengannya, amalan rahasianya itu tidak pernah dilepasnya.
"Baru saja," ungkapnya, menutupi sejak kapan mulai melakukan amalan puasa Senin-Kamis itu.
Kemudian, ada juga para petugas yang istiqomah menjaga sholat subuh berjamaahnya. Bahkan, saat berada di kota nabi, Madinah al Munawwarah, amalan itu semakin digasnya. Tidak peduli, apakah ada mobil yang akan mengantarkannya dari Kantor Daker (Daerah Kerja) Madinah ke Masjid Nabawi yang berjarak sekitar 3 kilometer itu, atau tidak. Pokoknya, setiap subuh, selalu berjamaah di Masjid Nabawi.
"Saya tadi pagi lari, lima belas menit sampai Nabawi," ungkapnya.
Bagi pria yang baru saja mendapat ujian cukup berat dari Allah SWT itu, menunaikan sholat subuh berjamaah, apalagi di Masjid Nabawi, adalah sebuah amalan akan dijaganya hingga di ujung usianya.
Ada lagi, petugas yang sudah menunaikan tugas melayani jemaah haji Indonesia empat kali, tapi mengaku tidak punya amalan apa-apa. Uniknya, rentang waktu penugasan pertama dan selanjutnya, selalu selang 7 tahun.
"Saya tidak punya amalan apa-apa," katanya, sambil tersenyum.
Lalu, ada juga petugas haji yang tangan nya begitu suka berbagi. Bukan soal berapa besar dan berapa banyak yang dibagikannya, tetapi tangannya itu begitu ringan berbagi.
'Korbannya' beraneka macam, mulai dari petugas kebersihan Masjid Nabawi sampai dengan sopir taksi gelap. Mudah saja lembaran riyal itu berpindah dari tangannya. Bahkan mata uang euro pun dalam sekejap berpindah dari dompetnya. Karena saat itu sedang tidak ada riyal yang bersemayam di dompetnya. Maka, euro pun segera berpindah tempat.
Ada lagi, petugas haji yang amalannya istiqomah menjadi imam sholat berjamaah, lalu lanjut dengan aneka dzikir yang panjang. Entah sudah berapa tahun amalan itu dilakukannya. Saya belum sempat bertanya.
Begitulah, sebagian kecil amalan rahasia para petugas haji Indonesia 2026 yang terungkap. Tentu saja, masih banyak amalan-amalan rahasia mereka yang belum terungkap. Atau, tidak akan mau mereka ungkap kepada siapa pun.*
Editor: Gokli
