logo batamtoday
Selasa, 23 Juni 2026
PKP BATAM


Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Segera Dibangun, Groundbreaking Ditargetkan Agustus 2026
Senin, 22-06-2026 | 15:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Penyerahan dokumen resmi kepada Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura di sela pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026). (Pemprov Kepri)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Komitmen menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah, kebudayaan, dan peradaban bahasa Melayu terus diperkuat. Dukungan terhadap pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia mengalir dari tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga adat, hingga warga Pulau Penyengat.

Dukungan tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen resmi kepada Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura di sela pelaksanaan Penyengat Heritage 2026 yang berlangsung di Balai Adat Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026).

Dokumen dukungan diserahkan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Dato' Seri Setia Utama Raja Al Hafiz didampingi Dato' Raja Malik Afrizal sebagai bentuk komitmen masyarakat terhadap pembangunan salah satu proyek strategis kebudayaan di Kepulauan Riau.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia kini memasuki tahap persiapan akhir. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilaksanakan pada awal Agustus 2026 setelah proses peninjauan awal bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) selesai dilakukan.

"Insyaallah setelah review awal oleh BPKP selesai, minggu pertama Agustus 2026 kita mulai groundbreaking pembangunan museum dan monumen bahasa ini," ujar Ansar.

Menurut Ansar, pembangunan museum dan monumen tersebut akan dilaksanakan melalui skema tahun jamak (multiyears) selama dua tahun dengan target penyelesaian pada akhir 2027.

Ia berharap keberadaan museum dan monumen itu nantinya menjadi simbol pengakuan nasional atas kontribusi besar Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya dalam perkembangan bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

"Insyaallah selesai pada akhir 2027 dan pada tahun 2028, bertepatan dengan 100 tahun Sumpah Pemuda, mudah-mudahan dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bukti sejarah bahwa pulau kecil ini telah memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi persatuan dan kesatuan bangsa melalui bahasa Melayu," katanya.

Ansar menegaskan bahwa warisan intelektual Raja Ali Haji dan perkembangan bahasa Melayu yang lahir dari Pulau Penyengat telah memperoleh pengakuan dunia internasional. Salah satu bentuk pengakuan tersebut terlihat dari keberadaan patung Raja Ali Haji di Turkmenistan yang masuk dalam jajaran tokoh sastrawan dunia.

"Salah satu dari 24 tokoh sastrawan dunia yang dibuatkan patungnya di Turkmenistan adalah Raja Ali Haji. Ini menunjukkan bahwa tokoh kita telah diakui dunia," ungkapnya.

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Ansar menyebut nama Pulau Penyengat juga semakin dikenal di tingkat global. Saat kegiatan promosi pariwisata Bintan Resort di New York, Amerika Serikat, Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi yang banyak menarik perhatian wisatawan dan pelaku industri pariwisata internasional.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk terus memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya bertaraf internasional. "Karena itu kita harus terus mendorong agar Pulau Penyengat yang sebenarnya sudah mendunia ini menjadi semakin mendunia. Kita ingin warisan sejarah, budaya, dan bahasa yang lahir dari Pulau Penyengat semakin dikenal masyarakat nasional maupun internasional," ujar Ansar.

Penyerahan dokumen dukungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Pulau Penyengat sebagai pusat pelestarian sejarah bahasa Melayu sekaligus destinasi wisata budaya unggulan yang memiliki daya tarik nasional dan internasional.

Keberadaan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Indonesia nantinya tidak hanya menjadi pusat edukasi sejarah dan kebahasaan, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap peran besar Pulau Penyengat dalam membentuk identitas bahasa dan persatuan bangsa Indonesia.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit