BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor Khusus (Seksus) Nabawi memperkuat edukasi dan layanan bagi jamaah haji Indonesia gelombang kedua selama berada di Madinah. Upaya tersebut difokuskan pada jamaah lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta peningkatan kepatuhan terhadap aturan di Masjid Nabawi.
Kepala Seksus Nabawi Muhammad Thoriq mengatakan penguatan layanan diperlukan mengingat suhu udara di Madinah saat ini mencapai sekitar 42 derajat Celsius.
"Kami menyiapkan kursi roda di setiap pos pelayanan. Jika jumlahnya kurang, petugas akan meminjam ke Nusuk Care. Petugas juga membantu mengambilkan air minum, menyediakan sandal cadangan, dan membagikan water spray untuk membantu jamaah terhindar dari dehidrasi," kata Thoriq kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di pelataran Masjid Nabawi, Kamis (11/6/2026).
Selain layanan pendukung, PPIH juga memberikan edukasi kepada jamaah terkait penggunaan aplikasi Nusuk yang digunakan untuk mengakses sejumlah layanan ibadah di Arab Saudi.
Petugas juga mengingatkan jamaah untuk mematuhi berbagai ketentuan yang berlaku di Masjid Nabawi, termasuk larangan mengambil foto atau video di area tertentu.
"Tujuannya agar jamaah dapat beribadah dengan tenang dan tidak mengalami kendala terkait aturan yang berlaku di Masjid Nabawi," ujar Thoriq.
Untuk pelaksanaan ziarah ke Raudhah, Seksus Nabawi menerapkan sistem tasreh atau izin masuk secara kolektif berdasarkan kelompok terbang (kloter). Melalui sistem tersebut, satu kloter dapat masuk secara bersamaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurut Thoriq, kapasitas jamaah Indonesia yang dapat masuk ke Raudhah setiap hari mencapai sekitar 8.000 orang, baik laki-laki maupun perempuan.
Ia menilai jamaah haji gelombang kedua umumnya lebih siap dibandingkan jamaah gelombang pertama karena telah memiliki pengalaman selama menjalani rangkaian ibadah di Makkah.
"Jamaah gelombang kedua sudah lebih mengenal kondisi lapangan. Karena itu, kasus jamaah tersasar, lupa jalan menuju hotel, atau kehilangan sandal relatif lebih sedikit dibandingkan gelombang pertama," kata dia.
PPIH berharap edukasi dan pendampingan yang diberikan dapat membantu jamaah menjalankan ibadah di Masjid Nabawi dengan aman, nyaman, dan tertib selama berada di Madinah.
Editor: Dardani
