logo batamtoday
Sabtu, 13 Juni 2026
PKP BATAM


Kemenhaj RI Kaji Formula Baru Layanan Kesehatan Haji
Jum\'at, 12-06-2026 | 20:28 WIB | Penulis: Saibansah
 
Irjen Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi saat meninjau KKHI Madinah, Rabu (10/6/2026). (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM, Madinah - Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Dendi Suryadi, menilai perlu adanya penguatan sistem pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia menyusul perubahan regulasi yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi.

Menurut Dendi, upaya tersebut penting dilakukan untuk menekan angka kematian jemaah haji sekaligus memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan yang ada.

Saat ini, pelayanan kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi ditopang oleh klinik-klinik satelit yang tersebar di berbagai sektor operasional. Namun, sistem layanan kesehatan mengalami perubahan setelah Arab Saudi memberlakukan aturan baru terhadap operasional Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

"Sebelum tahun 2025, KKHI di Mekkah maupun Madinah masih bisa berfungsi seperti rumah sakit yang merawat pasien hingga sembuh. Namun pada 2025 dan 2026 ada kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi yang membuat KKHI tidak lagi bisa melakukan perawatan. Hanya observasi dengan batas waktu sekitar empat jam," kata Dendi saat meninjau KKHI Madinah, Rabu (10/6/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan haji Indonesia. Di satu sisi, Pemerintah Arab Saudi mendorong penurunan angka kematian jemaah, tetapi di sisi lain kewenangan layanan kesehatan yang dimiliki Indonesia menjadi lebih terbatas.

Karena itu, Kemenhaj tengah mengkaji sejumlah alternatif agar pelayanan kesehatan kepada jemaah tetap dapat diberikan secara maksimal tanpa bertentangan dengan regulasi setempat.

Dendi mengatakan pihaknya saat ini menghimpun berbagai masukan dari kepala sektor, pimpinan KKHI Madinah, serta petugas kesehatan di Mekkah dan Madinah untuk merumuskan pola layanan yang lebih efektif.

Meski fungsi perawatan pasien dibatasi, KKHI tetap memiliki peran penting sebagai pusat logistik kesehatan, termasuk penyimpanan alat kesehatan, distribusi obat-obatan ke sektor pelayanan, serta dukungan operasional bagi tenaga medis Indonesia.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mempercepat proses rujukan pasien dari sektor pelayanan langsung ke rumah sakit Arab Saudi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia.

"Apakah nanti langsung dari sektor ke rumah sakit rujukan Arab Saudi yang sudah bekerja sama dengan kita, karena kalau melalui KKHI lagi tidak bisa dirawat," ujar Dendi.

Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, salah satunya kendala bahasa antara jemaah Indonesia dan tenaga kesehatan di rumah sakit setempat. Menurut dia, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan psikologis jemaah yang sedang menjalani perawatan.

Di tengah keterbatasan yang ada, Dendi mengapresiasi kinerja para petugas kesehatan Indonesia yang tetap memberikan pelayanan maksimal selama musim haji berlangsung.

Ia menilai para tenaga medis terus bekerja secara aktif dalam menangani berbagai keluhan kesehatan jemaah, termasuk mengantisipasi penyebaran Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menjadi salah satu penyakit yang paling sering ditemukan selama pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Dendi, tingginya mobilitas dan berkumpulnya jutaan jemaah dari berbagai negara menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan penyakit pernapasan selama musim haji.

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit