logo batamtoday
Jum'at, 12 Juni 2026
PKP BATAM


Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan Medis RSJKO EHD Tanjunguban
Kamis, 11-06-2026 | 18:48 WIB | Penulis: Harjo
 
Ruang IGD Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Englu Haji Daud (EHD) Kepri. (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pelayanan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Englu Haji Daud (EHD) Kepri di Tanjunguban kembali manjadi sorotan masyarakat.

Kali ini keluarga pasien atas nama RKA alias Kiki yang mengalami kecelakaan lalulintas di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Bintan Utara, Selasa (9/6/2026) malam mengeluhkan lambannya penanganan medis terhadap pasien.

Puput, saudara kandung Kiki, menyampaikan pihaknya kecewa dengan pelayanan, karena lambatnya melakukan penanganan terhadap pasien yang masuk ke RSJKO EHD, bahkan birokrasi terlalu berbelit-belit.

"Kiki sampai ke RSJKO EHD Tanjunguban sekitar jam 23.00 Wib, namun dengan berbagai alasan Standar Operasional Prosedur, sehingga Kiki baru bisa dirujuk ke RSAL Tanjungpinang pada keesokan harinya yakni hari Rabu pagi," ungkap Puput, Kamis (11/6/2026).

Keterlambatan tersebut, menurutnya karena berbelitnya birokrasi, saat hendak dirujuk justru yang disampaikan ada kekurangan-kekurangan. Sehingga membuat penanganan pasien sangat lamban.

"Ini sudah kesekian kalinya, masalah pelayanan dikeluhkan. Konon manajemen RSJKO EHD Kepri segera berbenah. Kenyataannya apa yang kami rasakan jauh panggang dari api," ungkapnya.

Sementara itu, Deny Robbi Manel selaku Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSJKO EHD Kepri, menyampaikan pasein atas nama Kiki tiba di RSJKO EHD sekitar jam 00.30 Wib, dilakukan penanganan sesuai dengan standar dan ketentuan yang ada.

"Begitu juga saat akan dirujuk, pihak dokter yang qda di RSJkO EHD selain memastikan kondisi pasien dalam kondisi stabil, juga berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan atau yang dituju," ujar Deny.

Dijelaskan, pada sekitar jam 02.00 Wib, saqt pasien akan dikirim ke RSAL masih menunggu hasil darah dan balasan RSAL. Kemudian pasien mengalami muntah sehingga dilakukan cek ulang.

"Kesadaran pasien menurun, kembali melaporkan kejadiam tersebut ke pihak dokter, kesimpulannya ada diagnosa tambahan. Pada jam 04.30 Wib, pasien bisa dirujuk dengan beberapa syarat, dimana pada jam 6.30 Wib pasien selesai intubasi, selanjutnya pada jam 7.30 pasien berangkat ke RSAL di Tanjungpinang," terangnya.

Hingga saat ini, orangtua pasien bersama sejumlah keluarganya masih berada di ICU RSAL di Tanjungpinang. Pasien yang sebelumnya tidak sadarkqn diri, perlahan mulai ada respon.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit