logo batamtoday
Selasa, 02 Juni 2026
PKP BATAM


Ajak Warga Bijak Bermedsos, IKABSU Kota Batam Minta Penataan Pedagang Berlaku Menyeluruh
Senin, 01-06-2026 | 16:08 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
Ketua IKABSU Kota Batam, Udin P Sihaloho. (Foto: Dok/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) Kota Batam, Udin P. Sihaloho, mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya polemik di media sosial terkait rencana penertiban pedagang daging babi di salah satu pasar di Kota Batam.

"Persoalan ini bermula dari adanya reaksi terhadap rencana penertiban pedagang daging babi yang kemudian diposting ke media sosial," ujar Udin, Senin (1/6/2026).

Menurut mantan Anggota DPRD Kota Batam itu, penanganan persoalan tersebut sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berwenang, termasuk aparat kepolisian dan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia berharap langkah tersebut dapat mencegah persoalan berkembang lebih luas dan mengganggu kondusivitas Kota Batam yang sudah terjaga selama ini. "Kita ingin Batam tetap menjadi kota yang nyaman. Setiap persoalan harus ditangani oleh lembaga yang memiliki kewenangan," katanya.

Udin juga menilai kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, telah mencerminkan keberagaman masyarakat Batam yang plural.

Menurutnya, kolaborasi keduanya menjadi simbol harmonisasi berbagai kelompok masyarakat yang selama ini hidup berdampingan di Batam.

"Pak Amsakar merupakan tokoh Melayu, sedangkan Bu Li Claudia merepresentasikan komunitas di luar Melayu. Sinergi keduanya mencerminkan kehidupan masyarakat Batam yang majemuk," ungkapnya.

Ia menambahkan, pasangan kepala daerah tersebut dinilai cukup responsif dalam menindaklanjuti berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat terus mendukung kepemimpinan mereka demi kemajuan Batam," ujarnya.

Terkait penataan pedagang, Udin menyatakan mendukung langkah pemerintah selama dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya menyasar pedagang daging babi.

Menurutnya, penataan pasar penting untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang tertib, nyaman, dan mendukung citra Batam sebagai kota tujuan wisata.

"Penataan harus berlaku untuk semua pedagang agar pasar lebih rapi dan nyaman. Batam adalah kota wisata, sehingga kebersihan dan keindahan pasar juga perlu diperhatikan," katanya.

Di tengah berbagai agenda pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, Udin mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh oleh tindakan oknum yang berpotensi memecah belah.

Saat ini, kata dia, banyak program strategis yang membutuhkan dukungan dan sinergi masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, investasi hingga sektor pendidikan.

"Jangan sampai kita terpancing oleh tindakan segelintir pihak yang dapat mengganggu stabilitas dan kenyamanan Batam," tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dan menghindari penyebaran ujaran kebencian.

"Reaksi di media sosial muncul setelah adanya rencana penertiban yang dilakukan pihak tertentu. Namun masyarakat harus tetap menyikapinya secara bijak," pesannya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Udin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan di Kota Batam.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sehingga keharmonisan dan persatuan tetap terjaga.

"Mari bersama-sama menjaga Kota Batam agar tetap aman, damai, dan bermartabat demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit