BATAMTODAY.COM, Jakarta - Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) dinilai semakin menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau small and medium business (SMB) di tengah tantangan bisnis yang semakin dinamis.
General Manager APAC AMD, Alexey Navolokin, mengatakan AI saat ini bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan nyata bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengambilan keputusan bisnis.
Menurut dia, pelaku SMB kini menghadapi tekanan bisnis yang tinggi, mulai dari keterbatasan sumber daya, jumlah tim yang lebih kecil, hingga tuntutan untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar. "Dalam kondisi tersebut, AI hadir sebagai mitra strategis yang membantu perusahaan bekerja lebih efisien, cepat, dan tepat," ujar Alexey dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Ia menilai pelaku SMB memiliki keunggulan dibandingkan perusahaan besar karena lebih lincah dalam mengadopsi teknologi baru tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang dan kompleks.
Salah satu perubahan signifikan yang terjadi saat ini adalah evolusi perangkat komputer pribadi atau PC sebagai pusat produktivitas berbasis AI. Teknologi AI kini tidak lagi hanya berjalan di cloud, tetapi sudah dapat diproses langsung melalui perangkat pengguna.
Kemampuan tersebut memungkinkan otomatisasi pekerjaan repetitif, optimalisasi alur kerja, hingga analisis data secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Selain itu, pemrosesan AI secara lokal dinilai mampu memberikan sejumlah keuntungan, seperti kecepatan pemrosesan yang lebih tinggi, operasional yang tetap berjalan meski tanpa koneksi internet, serta perlindungan data yang lebih baik bagi perusahaan yang mengelola informasi sensitif.
AMD menilai keberhasilan implementasi AI juga sangat bergantung pada kesiapan perangkat keras atau hardware yang digunakan perusahaan. "Hardware kini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi menjadi fondasi utama dalam mendukung produktivitas dan operasional bisnis berbasis AI," kata Alexey.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, AMD menghadirkan prosesor AMD Ryzen PRO dengan dukungan kemampuan AI bawaan, termasuk seri AMD Ryzen AI PRO 300 dan AMD Ryzen AI PRO 400.
Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung beban kerja AI tanpa mengorbankan performa maupun efisiensi daya, sekaligus dilengkapi fitur keamanan guna melindungi data perusahaan.
AMD juga menekankan bahwa pembaruan perangkat PC saat ini perlu dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang, bukan hanya memenuhi kebutuhan operasional sesaat.
Dalam memilih perangkat kerja, perusahaan disarankan mempertimbangkan sejumlah aspek penting, seperti kemampuan AI, keamanan, performa, hingga skalabilitas agar mampu mendukung daya saing bisnis di masa depan.
Menurut AMD, investasi pada perangkat AI-ready dapat membantu UMKM mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kemampuan adaptasi di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Editor: Gokli
