logo batamtoday
Selasa, 26 Mei 2026
PKP BATAM


Kemenhaj Perbolehkan Jemaah Haji Indonesia Lakukan Tarwiyah
Senin, 25-05-2026 | 20:48 WIB | Penulis: Saibansah
 
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM Makkah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menegaskan pelaksanaan Tarwiyah bagi jemaah haji Indonesia tetap diperbolehkan, meski kegiatan tersebut tidak termasuk dalam standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan haji Indonesia tahun 2026.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina, mengatakan Tarwiyah dipahami sebagian jemaah sebagai ibadah sunnah yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW saat menunaikan ibadah haji.

Menurut Erti, pemerintah tidak melarang jemaah yang ingin mengikuti Tarwiyah. Namun, karena berada di luar program resmi haji, pelaksanaannya menjadi tanggung jawab masing-masing jemaah.

Ia menjelaskan, jemaah yang hendak mengikuti Tarwiyah wajib melapor terlebih dahulu dan menandatangani surat pernyataan yang diketahui petugas sektor. Meski tidak difasilitasi secara resmi, seluruh pergerakan jemaah tetap berada dalam pengawasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Berdasarkan data PPIH, hingga saat ini tercatat sebanyak 11.750 jemaah haji Indonesia mengikuti Tarwiyah. Dengan jumlah tersebut, pengawasan terhadap mobilitas jemaah menjadi perhatian khusus petugas.

Erti menegaskan, ada satu ketentuan yang tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan Tarwiyah, yakni perjalanan dari Makkah menuju Mina dengan berjalan kaki. Larangan itu diberlakukan demi menjaga keselamatan jemaah.

Menurut dia, yang dilarang bukan pelaksanaan ibadah Tarwiyah, melainkan metode perjalanan yang dinilai berisiko bagi kondisi fisik jemaah di tengah cuaca dan kepadatan aktivitas haji.

Ia menambahkan, kebutuhan transportasi, tenda, hingga konsumsi bagi peserta Tarwiyah disediakan oleh syarikah atau markaz masing-masing.

Erti juga menjelaskan, Tarwiyah memiliki latar sejarah yang berkaitan dengan perjalanan haji Rasulullah SAW pada 8 Zulhijah, ketika Nabi menuju Mina untuk mempersiapkan bekal sebelum puncak ibadah haji berlangsung.

Menurutnya, sebagian jemaah memaknai Tarwiyah sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang memiliki nilai tersendiri. Namun, karena sifatnya sunnah dan mempertimbangkan kompleksitas pengelolaan jutaan jemaah, pemerintah memprioritaskan layanan pada pelaksanaan rukun dan wajib haji.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di kawasan Syisyah-Raudhah, Makkah, Senin (25/5/2026) dini hari, sejumlah jemaah mulai bergerak mengikuti Tarwiyah secara bertahap. Jemaah tampak membawa perlengkapan pribadi dan diberangkatkan menggunakan bus dengan pendampingan petugas sesuai kelompok masing-masing.

Pada hari yang sama, pemerintah juga mulai memberangkatkan jemaah haji Indonesia yang tidak mengikuti Tarwiyah menuju Arafah. Proses pemberangkatan dilakukan dalam tiga fase, yakni pukul 07.00–11.00, 11.30–16.00, dan 16.30–21.00 waktu Arab Saudi.

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit