logo batamtoday
Jum'at, 17 April 2026
PKP BATAM


KJRI Melbourne Buka Peluang Kerja Perawat Indonesia ke Australia Secara Legal dan Berkelanjutan
Jum\'at, 17-04-2026 | 09:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Webinar bertajuk Pathways and Opportunities for Nurses from Indonesia to Work in Australia pada 15 April 2026. (Kemlu)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne terus mendorong mobilitas tenaga kesehatan profesional asal Indonesia ke luar negeri, khususnya Australia. Upaya ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Indonesian Professionals in Healthcare (IPHC) dan PPNI Kabupaten Sumbawa Barat dalam penyelenggaraan webinar bertajuk Pathways and Opportunities for Nurses from Indonesia to Work in Australia pada 15 April 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta secara daring dan luring tersebut menjadi forum strategis lintas negara untuk memetakan peluang kerja perawat Indonesia di Australia melalui jalur resmi, aman, dan berkelanjutan.

Wakil Konsul Jenderal RI di Melbourne, Jani Sasanti, menegaskan bahwa kebutuhan tenaga perawat di Australia membuka peluang besar bagi tenaga kesehatan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Australia, negara tersebut diperkirakan mengalami kekurangan hingga 123.000 perawat pada 2030. Di negara bagian Victoria, kebutuhan tenaga keperawatan meningkat signifikan, terutama pada layanan lansia dan disabilitas.

"Kolaborasi ini bukan sekadar menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja, tetapi juga menjadi instrumen diplomasi ekonomi yang konkret. Kami ingin memastikan perawat Indonesia memperoleh akses informasi yang akurat untuk berkarier di tingkat internasional," ujar Jani.

Webinar tersebut menghadirkan akademisi dan praktisi yang memberikan panduan komprehensif. Lisa McKenna dari La Trobe University memaparkan proses registrasi resmi agar kualifikasi perawat Indonesia dapat diakui di Australia sesuai kerangka kerja sama IA-CEPA.

Sementara itu, praktisi registered nurse di Australia asal Indonesia, Katarina Constantine dan Fauzia Sarah, membagikan pengalaman terkait adaptasi budaya kerja serta tantangan teknis di rumah sakit besar di Australia.

Selain berdampak pada sektor ekonomi, program ini juga mengusung misi pemberdayaan perempuan. Sekitar 71 persen tenaga perawat di Indonesia merupakan perempuan, sehingga akses karier ke luar negeri dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus martabat profesional mereka.

Dengan tingkat pendapatan perawat di Australia yang relatif tinggi, peluang ini diharapkan menjadi alternatif peningkatan taraf hidup yang terukur serta memberikan jaminan perlindungan hukum internasional bagi tenaga kerja Indonesia.

Pelaksanaan webinar tersebut juga bertepatan dengan momentum menyambut Hari Perawat Internasional 2026 dan peringatan HUT ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Sinergi ini diharapkan memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia, khususnya dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjelang 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.

Melalui langkah ini, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap warga negara yang bekerja di luar negeri memperoleh perlindungan optimal melalui sistem migrasi tenaga kerja yang terstruktur dan terinstitusionalisasi.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit