BATAMTODAY.COM, Cimahi - Telkomsel kembali menggelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 dengan mengusung tema "Level Up The Future with AI". Kegiatan tahunan ini resmi dibuka di SMK Negeri 1 Cimahi, Selasa (21/1/2026), sebagai upaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi pelajar SMA dan SMK di Indonesia.
Program tanggung jawab sosial Telkomsel yang telah berjalan sejak 2016 ini bertujuan membekali generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara kreatif, aman, dan produktif, sesuai dengan prinsip BAIK yakni Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif.
Setelah Cimahi, rangkaian IBFEST Series 10 akan berlanjut ke Jambi pada 5 Februari, Pontianak pada 22 April, dan ditutup di Surakarta pada 30 April 2026. Tahun ini, IBFEST menghadirkan tiga agenda utama, yakni AI Camp Training, AI Workshop, serta diskusi inspiratif bersama praktisi AI dan pegiat literasi digital.
AI Camp Training dirancang melalui tiga jalur pembelajaran, yaitu Creativa, Syntech, dan Cyberlite. Sementara AI Workshop menyasar pelajar, guru, serta orang tua agar seluruh ekosistem pendidikan memiliki pemahaman yang selaras terkait pemanfaatan AI di era digital.
Telkomsel menilai inisiatif ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 serta mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS), guna menciptakan ruang digital yang aman dan positif bagi generasi muda.
Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, mengapresiasi konsistensi Telkomsel dalam mendorong peningkatan keterampilan digital melalui Internet BAIK Festival. Ia berharap pelajar tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab untuk menghasilkan dampak positif bagi bangsa.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menegaskan bahwa melalui IBFEST Series 10, Telkomsel ingin menanamkan pemahaman bahwa AI bukan sekadar tren, melainkan alat untuk mendorong kreativitas dan solusi nyata. "Pemanfaatan AI yang tepat akan menjadi akselerator kemampuan manusia, sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, jalur Creativa berfokus pada pengembangan seni digital berbasis AI, seperti musik, film pendek, hingga ilustrasi. Jalur Syntech mengajak pelajar menciptakan solusi digital berupa aplikasi sederhana, gim edukatif, dan prototipe produk. Sementara jalur Cyberlite menitikberatkan pada edukasi keamanan siber melalui pembuatan konten kampanye terkait bahaya deepfake, literasi berbagi informasi, dan pencegahan penipuan digital.
Selain itu, AI Workshop memberikan materi berbeda sesuai peran peserta. Pelajar dibekali pengenalan Generative AI dan praktik kreatif, guru didorong mengintegrasikan AI dalam pembelajaran dan pengawasan digital, sedangkan orang tua diberikan panduan pendampingan anak di era AI.
Diskusi inspiratif bertema "AI untuk Masa Depan yang BAIK" turut melengkapi rangkaian acara, termasuk sosialisasi PP TUNAS sebagai langkah perlindungan anak di dunia maya.
Memasuki satu dekade pelaksanaan, Internet BAIK telah menjangkau puluhan ribu pelajar di berbagai daerah. Hingga kini, program tersebut mencatat keterlibatan lebih dari 41 ribu pelajar, ribuan guru dan orang tua, serta melahirkan ribuan agen perubahan dan konten kreatif digital.
Informasi lebih lanjut mengenai Internet BAIK Festival Series 10 dapat diakses melalui laman resmi internetbaik.id.
Editor: Gokli
