logo batamtoday
Kamis, 18 Juni 2026
PKP BATAM


Gunungan Sampah Mengular di Jalan Diponegoro Batam, Warga Resah dan Soroti Krisis Kebersihan
Rabu, 19-11-2025 | 16:08 WIB | Penulis: Aldy
 
Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Diponegoro, Tanjungriau, Sekupang, tak jauh dari destinasi wisata Puncak Beliung. (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Citra Batam sebagai kota modern kembali tercoreng. Sepanjang hampir satu kilometer di Jalan Diponegoro, Tanjungriau, Sekupang, tumpukan sampah liar menjulang mencolok di tepi jalan, tak jauh dari destinasi wisata Puncak Beliung. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga memicu keresahan para pengguna jalan.

Tumpukan sampah yang terus menggunung itu bahkan meluber hingga ke badan jalan. Satu bin sampah yang tersedia tidak mampu menampung volume yang semakin bertambah, sehingga sampah berserakan dan mendekati permukiman warga. Titik ini disebut-sebut telah menjadi lokasi favorit bagi pembuang sampah liar, membuat kawasan sekitar tampak kumuh dan tidak terurus.

Azizah, wisatawan asal Malaysia yang tengah menuju kawasan kuliner seafood Tanjungriau, mengaku terkejut melihat kondisi tersebut. Ia menilai kampanye Batam sebagai kota bersih tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

"Tumpukan sampah ini tidak jauh dari destinasi wisata Puncak Beliung. Di media sosial saya lihat kampanye Batam bersih, tapi kondisi di lapangan seperti ini. Sepanjang jalan penuh sampah. Betul-betul darurat sampah Batam ini," ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Selain merusak estetika, gunungan sampah itu menimbulkan bau menyengat dan merusak wajah infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Situasi ini menjadi ironi di tengah gencarnya slogan kebersihan yang digaungkan Pemkot.

Masalah serupa juga terlihat di kawasan Batam Center, tepatnya di ruko Grand Niaga Mas. Tumpukan sampah tampak menumpuk di gerbang masuk parkir kawasan tersebut, menambah panjang daftar titik rawan sampah di Kota Batam.

Persoalan sampah kini menjadi perhatian serius hingga ke tingkat pusat. Pemerintah Kota Batam sebelumnya telah menggelar rapat darurat bersama FKPD dan OPD untuk mencari solusi cepat atas krisis yang dinilai sudah memasuki kategori "darurat".

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya telah membentuk satgas khusus guna mempercepat penanganan sampah. "Kalau persoalannya di TPA, kita akan turun langsung melihat apa yang terjadi. Jika masalah ada di TPS, kita bangun beberapa titik baru untuk memperpendek waktu angkut ke TPA," kata Amsakar.

Ia juga menegaskan bahwa antrean panjang di TPA turut menghambat proses pengangkutan sampah dari sumber. "Semua bergerak. Saya setiap malam memikirkan masalah sampah ini. Tim sudah dibentuk agar persoalan ini bisa diurai," ujarnya.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan gunungan sampah masih memanjang dan belum tersentuh penyelesaian signifikan. Warga berharap pemerintah bergerak lebih cepat sebelum krisis sampah ini benar-benar merusak wajah Batam sebagai kota modern dan tujuan wisata.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit