BATAMTODAY.COM, Batam - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan pentingnya peran dan kontribusi PDI Perjuangan dalam mendukung pembangunan daerah. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Kepri di Hotel Aston Pelita, Minggu (16/11/2025).
Di hadapan jajaran pengurus dan kader PDI-P, Ansar menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi politik yang selama ini terbangun antara Pemprov Kepri dan partai berlambang banteng tersebut. Menurutnya, dukungan PDIP memberikan dampak signifikan bagi kemajuan berbagai program strategis di Provinsi Kepri.
"Pembangunan di Kepri tidak mungkin berjalan tanpa dukungan politik yang kuat. Kami berterima kasih kepada PDI-P yang selama ini konsisten mendukung agenda pembangunan daerah," ujar Ansar.
Lebih jauh Ansar memaparkan capaian ekonomi Kepri yang tumbuh impresif, menembus 7,48 persen pada triwulan ketiga 2025.
Ia menegaskan keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga buah dari dukungan partai politik, termasuk PDIP, dalam memastikan stabilitas politik dan keberlanjutan program pembangunan.
"Stabilitas politik yang terjaga adalah fondasi pertumbuhan ekonomi kita. PDI-P ikut menjaga itu, sehingga investor merasa aman dan nyaman menanamkan modal di Kepri," kata Ansar.
Dukungan PDIP pada Proyek Strategis: Jembatan Batam-Bintan
Salah satu poin yang paling disorot Ansar adalah dukungan aktif PDI-P terhadap proyek strategis nasional Jembatan Batam-Bintan, yang menjadi game changer dalam roadmap transformasi ekonomi Kepri.
"Terima kasih kepada PDI Perjuangan yang berdiri di garis depan mendukung pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Dukungan ini sangat berarti bagi percepatan konektivitas antarwilayah," tegasnya.
Jembatan tersebut diproyeksi mampu membuka pusat ekonomi baru, menurunkan biaya logistik, hingga memicu pertumbuhan industri di luar Batam.
Ansar menyampaikan apresiasi atas peran politik PDI-P dalam merawat harmoni di daerah yang sangat heterogen seperti Kepri. Selama tiga tahun terakhir, Kepri menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama.
"Kerukunan adalah aset politik terbesar kita. PDIP ikut menjaga dan memeliharanya melalui kerja politik yang damai dan edukatif," ujarnya.
Menurut Ansar, moderasi ini berkontribusi langsung terhadap keberlanjutan investasi dan pembangunan, khususnya di wilayah dengan aktivitas ekonomi yang tinggi seperti Batam dan Bintan.
Pemprov dan PDIP Berjalan Bersama Hadapi Tantangan Ke depan
Gubernur Ansar menegaskan bahwa Pemprov Kepri membutuhkan dukungan politik berkelanjutan untuk menghadapi tantangan transnasional yang dihadapi daerah perbatasan, seperti penyelundupan, narkoba, illegal fishing, hingga perdagangan manusia.
Ia menyebut PDI-P sebagai salah satu kekuatan politik yang selalu berada di rel konstruktif dalam mendukung kebijakan penegakan hukum dan penguatan keamanan wilayah Kepri.
"Kami butuh sinergi pemerintah pusat, daerah, dan partai politik. PDI-P selalu hadir bersama kami dalam menghadapi tantangan ini," tegasnya.
Selanjutnya, Ansar mengajak PDI-P dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga politik Kepri tetap menjadi ruang persatuan. Ia menegaskan bahwa pembangunan hanya dapat dicapai melalui kerja bersama dan saling mendukung.
"Politik yang sehat akan melahirkan pembangunan yang kuat. Mari terus bersatu, karena Kepri akan maju jika pemerintah dan unsur politik melangkah seiring," ucapnya.
Ansar juga menyampaikan harapannya agar kader PDIP terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas, mendukung kebijakan pembangunan, serta mengawal kepentingan masyarakat Kepri secara konsisten.
Editor: Surya
