BATAMTODAY.COM, Batam - Seorang guru ngaji berinisial AM (56) di Kabiling Seilekop, Kecamatan Sagulung, Batam, diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah muridnya yang masih di bawah umur. Kasus ini mencuat setelah warga bersama orang tua korban mendatangi rumah pelaku hingga videonya viral di media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa polisi tengah memeriksa keterangan para saksi, termasuk korban, keluarga, masyarakat sekitar, dan pelaku.
"Korban yang sudah teridentifikasi ada tiga orang. Namun, informasi awal menyebutkan bisa lebih dari lima korban. Hal ini yang masih terus kami kembangkan dalam penyelidikan," ujar Anwar.
Diketahui, AM membuka tempat belajar mengaji di rumahnya. Dugaan pencabulan dilakukan di lokasi pengajian tersebut. Para korban merupakan anak di bawah umur, dua di antaranya kakak beradik berusia 8 dan 10 tahun, sementara korban lainnya juga masih berusia 10 tahun.
Pelaku sempat diamankan warga sebelum dibawa aparat kepolisian guna menghindari amukan massa. Meski demikian, kemarahan masyarakat tak terbendung. Dalam video yang beredar, terlihat puluhan warga melempari rumah pelaku hingga istri dan anaknya terpaksa keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Menurut Anwar, pengakuan pelaku telah sesuai dengan keterangan tiga korban yang sudah diperiksa. "Namun penyelidikan kami masih berjalan, termasuk kemungkinan adanya korban tambahan," tambahnya.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap siapa pun yang berinteraksi dengan anak-anak. "Kami minta orang tua lebih memperhatikan anak, jangan lengah meskipun dengan orang terdekat atau yang dipercaya. Kasus ini menjadi pelajaran berharga agar kita semua lebih waspada," tegas Husnul.
Editor: Gokli
