logo batamtoday
Sabtu, 02 Mei 2026
PKP BATAM


Gelar NFSM 2025, OJK Perkuat Kontribusi Sektor Pembiayaan dan LKM bagi Perekonomian Nasional
Selasa, 12-08-2025 | 16:28 WIB | Penulis: Aldy Daeng
 
National Forum of Financing Services and Microfinance 2025 (NFSM 2025) di Jakarta, Selasa (12/8/2025). (Foto: Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar National Forum of Financing Services and Microfinance 2025 (NFSM 2025) di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Forum ini mengangkat tema "Contribution of Financing Services and Microfinance Institutions to the National Economy" dengan tagline "Bright Ideas, Bold Moves, Stronger Impacts".

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman publik tentang peran strategis sektor pembiayaan dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menopang program pemerintah.

NFSM 2025 melibatkan kolaborasi OJK dengan kementerian/lembaga serta pelaku industri pembiayaan, modal ventura, pergadaian, penyelenggara Layanan Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), dan LKM.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebut forum ini menjadi wadah diskusi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan industri Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, LKM, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML).

"Inovasi dan kreativitas di sektor PVML menghasilkan produk pembiayaan yang bermanfaat, namun juga menimbulkan risiko dan kompleksitas yang harus dimitigasi. Risiko ini harus dipandang sebagai tantangan untuk membangun sistem yang kuat, teruji, dan berkelanjutan," ujar Mahendra.

Mahendra menegaskan, PVML memiliki karakter unik dibanding lembaga keuangan lain sehingga membutuhkan kebijakan, regulasi, dan pengawasan yang sesuai dengan mitigasi risiko sebagaimana diatur dalam UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

OJK, kata Mahendra, terus menyempurnakan regulasi di sektor PVML melalui penguatan, deregulasi, penyederhanaan aturan, dan peningkatan layanan. Langkah serupa juga dilakukan di perbankan, pasar modal, aset digital, dan aset kripto.

"Selain itu, OJK mendorong business matching di daerah untuk mempertemukan lembaga keuangan dengan pelaku UMKM, termasuk mendorong sektor prioritas di wilayah tersebut," tegas Mahendra.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman menambahkan, NFSM 2025 merupakan flagship pertama di bidang PVML yang bertujuan memperluas akses pembiayaan ke sektor produktif dan UMKM. OJK, lanjutnya, tengah menyusun ketentuan turunan UU P2SK, melakukan deregulasi, dan menyesuaikan aturan dengan perkembangan industri.

"Hingga Juni 2025, aset sektor PVML tumbuh 4,02 persen (yoy) menjadi Rp1.049,63 triliun, dengan pembiayaan mencapai Rp 955,97 triliun, terdiri dari Rp 844,14 triliun (88,30 persen) pembiayaan konvensional dan Rp 111,83 triliun (11,69 persen) pembiayaan syariah. Sektor ini juga menyalurkan pembiayaan UMKM sebesar Rp 272,05 triliun," katanya.

Forum ini menghadirkan dua sesi diskusi. Sesi pertama membahas arah kebijakan ekonomi nasional bersama Bappenas dan Kemenko Perekonomian, sedangkan sesi kedua diisi paparan asosiasi sektor pembiayaan dan LKM terkait kontribusi, peluang, tantangan, dan strategi mendukung program ekonomi pemerintah.

OJK berharap NFSM 2025 menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor demi meningkatkan kontribusi pembiayaan dan LKM terhadap perekonomian nasional serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit