logo batamtoday
Senin, 15 Juli 2024
BANK BRI


Hutan Lindung Gunung Lengkus Bintan Ditumbuhi Patok Beton, ke Mana Pemerintah dan Aparat?
Selasa, 19-07-2022 | 12:08 WIB | Penulis: Syajarul Rusydy
 
Patok beton di Hutan Lindung Gunung Lengkuas. (Foto: Syajarul Rusydy)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Keasrian hutan lindung Gunung Lengkuas di Kabupaten Bintan, perlahan mulai pudar. Pepohonan hijau yang dulunya tumbuh subur, kini mulai berganti dengan patok beton, bak pertanda lahan hutan tersebut dalam penguasaan pemilik patok.

Ironisnya, patok beton itu berdiri berdekatan dengan plang larangan merusak hutan, yang kini sudah pada tumbang. Apakah ini pertanda hutan lindung ini nantinya akan dialihfungsikan menjadi lahan komersil? Tentunya hanya pemerintah yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Kendati demikian, masyarakat sekitar masih berharap hutan lindung itu bisa tetap terjaga dan keasriannya dipertahankan. Meski masyarakat memang hanya bisa berharap tanpa bisa berbuat banyak.

"Kalau ini dibiarkan, tak lama lagi hutan lindung ini akan gundul dan akan berakibat buruk bagi lingkungan sekitar," ungkap Joko Aqnur, salah satu tokoh pemuda di Bintan, Selasa (19/7/2022).

Joko mengatakan, jika patok beton yang mulai ramai 'tumbuh' di hutan lindung itu bukan suatu gangguan atau pertanda penguasaan lahan oleh seseorang, harusnya pemerintah daerah memberikan penjelasan kepada masyarakat. Dan, jika itu pertanda penguasaan lahan, peran aparat penegak hukum dipertanyakan.

"Apakah bisa hutan lindung dikuasai begitu saja? Harusnya ada mekanisme dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam hal ini aparat hukum perlu hadir dan melakukan penegakan hukum," kata dia.

Menurut dia, pemerintah harus tegas, karena salah satu asat yang di miliki Kabupaten Bintan adalah hutan, alam yang masih terjaga kealamaiannya. Hal ini juga merupakan alasan wiswatan asing berbondong bondong datang ke Bintan.

"Kalau gak ada lagi hutan, alam yang indah. Jangan mimpi kita menjadi pusat kunjungan wisatawan. Ini lah kekayaan yang kita punya, harus dijaga dengan semestinya," ujar Joko.

Masih kata Joko, banjir yang melanda Kabupaten Bintan beberapa waktu lalu, tak terlepas dari rusaknya hutan, sebagai penyangga air. "Coba pikirkan apa sebabnya, padahal sebelum sebelumnya Bintan tidak penah mengalami kebanjiran. Kalau menurut saya, ini tak lain adalah kerusakan alam, pohon-pohon besar yang berubah menjadi bangunan megah, hingga tak ada lagi yang menyanggah air," beber dia.

Untuk itu, Joko Aqnur, meminta pemerintah segera mengambil tindakan, menghukum para pelaku pengrusakan hutan, sesuai dengan undang undang yang tertulis di plang-plang larangang, yang dibuat dengan anggaran negara, itu.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2024 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit