logo batamtoday
Rabu, 04 Agustus 2021
PKP


Gakkum KLHK Benarkan Tinjau Lokasi Cut and Fill PT Wiraraja Kabil
Sabtu, 22-05-2021 | 12:36 WIB | Penulis: Putra Gema Pamungkas
 
Petugas Gakkum KLHK yang melakukan komunikasi lewat sambungan telepon dengan pelaku cut and fill di Kabil, Nongsa, Kota Batam. (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) wilayah Sumatera membenarkan melakukan pemeriksaan lokasi cut and fill di kawasan PT Wiraraja Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Petugas Gakkum KLHK wilayah Sumatera, Sunardi, ketika dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan bahwa dirinya beberapa waktu lalu melakukan peninjauan ke kawasan PT Wiraraja.

"Iya benar yang di video itu saya, semuanya masih terus berjalan dan sedang dalam proses," ungkap Sunardi, Sabtu (22/5/2021).

Tidak itu saja, dirinya juga menegaskan bahwa kedatangan Gakkum KLHK Wilayah Sumatera ke lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan cut and fill di kawasan PT Wiraraja. "Terkait cut and fill, kita tunggu aja dulu, kami masih bekerja," tegasnya.

Dalam video yang beredar di media sosial whatsapp tersebut, terlihat kedatangan Sunardi dan tim Gakkum KLHK wilayah Sumatera mendapat penolakan dari pihak PT Wiraraja.

Dalam komunikasi antara Sunardi dan pihak PT Wiraraja tersebut, terdengar jelas bahwa Sunardi meminta tanda tangan kunjungan kerja oleh pihak PT Wiraraja. Akan tetapi, pihak PT Wiraraja menolak memberikan tanda tangan atas kunjungan kerja Sunardi selaku petugas pelaksana Gakkum KLHK.

"Kami tidak mau tanda tangan pak, kalau tanda tangan-tanda tangan tidak ada pak. Bapak tolong hubungi jenderal ini, nanti dia yang tangani," ungkap pihak PT Wiraraja melalui telepon seluler.

Lanjut pihak PT Wiraraja, dirinya mengungkapkan bahwa jenderal yang dimaksut adalah utusan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Akan tetapi, belum diketahui secara pasti korelasi antara Luhut dan PT Wiraraja ini.

"Saya kirim ke bapak nomor teleponnya dan bapak langsung komunikasi sama Menko Marves ini. Saya tidak mau tandatangan pak, sebentar saya hubungi jendralnya karena dari pak Luhut, jendral ini yang di tunjuk," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sunardi kembali menegaskan bahwa kehadirannya ke lokasi cut and fill di kawasan PT Wiraraja itu hanya melakukan peninjauan dan melakukan tugas sebagai pelaksana.

"Izin pak, untuk terkait itu nanti di unsur pimpinan saja, saya hanya pelaksana. Jangan sampai nanti antara kita salah paham gitu," ungkapnya.

Meski telah menyampaikan secara baik-baik, pihak PT Wiraraja kembali menolak untuk memberikan tandatangan kunjungan petugas Gakkum KLHK ke lokasi cut and fillnya.

Permasalahan ini berawal ketika banjir menggenangi Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Akibat dari banjir tersebut, menyebabkan air limbah bahan beracun dan berbahaya itu meluap dan membentuk kolam limbah beracun berwarna hitam di bagian belakang KPLI Kabil tersebut.

Diduga kuat, penyebab terjadinya banjir tersebut disebabkan karena adanya aktifitas cut and fill di sekitar kawasan KPLI Kabil yang dilakukan oleh PT Wiraraja.

Hingga berita ini diterbitkan, Batamtoday.com masih berupaya mengkonfirmasi PT Wiraraja atas perseteruan yang terjadi dan tersebar luas tersebut.

Editor: Yudha

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit