logo batamtoday
Senin, 06 Desember 2021
PKP


Didatangi Gakkum KLHK, Pelaku Cut and Fill di Kabil Sebut Nama Jenderal dan Menko Marves
Jumat, 21-05-2021 | 17:32 WIB | Penulis: Putra Gema
 
Petugas Gakkum KLHK yang melakukan komunikasi lewat sambungan telepon dengan pelaku cut and fill di Kabil, Nongsa, Kota Batam. (Ist)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Sepenggal video perdebatan petugas Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dengan seseorang dalam sambungan telepon, saat mendatangi lokasi cut and fill di Kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, beredar luas di masyarakat.

Meski belum jelas kapan video itu direkam, namun sejak Kamis (20/5/2021), video itu mulai hangat diperbincangan publik. Lantaran dalam video itu disebut jenderal, Menko Marves dan Luhut Binsar Panjaitan.

Video yang beredar luas itu, belakangan diketahui perdebatan antaran petugas Gakkum KLHK dengan pihak PT Wiraraja. Di mana, dalam video itu, petugas menghubungi pihak PT Wiraraja untuk meminta tandatangan, sebagai bukti sudah turun ke lokasi.

Namun, seorang dalam video itu menolak. "Kami tidak mau tanda tangan pak, kalau tanda tangan-tanda tangan tidak ada pak. Bapak tolong hubungi jendral ini, nanti dia yang tangani," kata pihak PT Wiraraja melalui telepon seluler dengan petugas Gakkum KLHK itu.

Masih dalam video tersebut, seseorang dalam sambungan telepon dengan petugas Gakkum KLHK itu menyebutkan, jenderal yang dimaksud merupakan utusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan.

"Saya kirim ke bapak nomor teleponnya dan bapak langsung komunikasi sama Menko Marves ini. Saya tidak mau tanda tangan pak, sebentar saya hubungi jenderalnya karena dari Pak Luhut, jenderal ini yang ditunjuk," kata pria yang disebut merupakan petinggi di PT Wiraraja.

Menanggapi hal tersebut, petugas Gakkum KLHK itu kembali menegaskan bahwa kehadirannya ke lokasi cut and fill di kawasan PT Wiraraja itu hanya melakukan peninjauan dan melakukan tugas sebagai pelaksana.

"Izin pak, untuk terkait itu nanti diunsur pimpinan saja, saya hanya pelaksana. Jangan sampai nanti antara kita salah paham gitu," ungkapnya.

Meski telah menyampaikan secara baik-baik, pihak PT Wiraraja kembali menolak untuk memberikan tanda tangan kunjungan petugas Gakkum KLHK ke lokasi cut and fill-nya.

Sebelumnya, permasalahan ini berawal ketika banjir menggenangi Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Akibat dari banjir tersebut, menyebabkan air limbah bahan beracun dan berbahaya itu meluap dan membentuk kolam limbah beracun berwarna hitam di bagian belakang KPLI Kabil tersebut.

Diduga kuat, penyebab terjadinya banjir tersebut disebabkan karena adanya aktivitas cut and fill di sekitar kawasan KPLI Kabil yang dilakukan PT Wiraraja.

Hingga berita ini dipublikasi, BATAMTODAY.COM belum mendapat penjelasan dari Gakkum KLHL dan PT Wiraraja atas perseteruan yang terjadi dan tersebar luas tersebut.

Editor: Gokli

Asia Link
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit