logo batamtoday
Kamis, 06 Mei 2021
PKP


Pemko Batam Bakal Tindak Tegas Pelaku Usaha Pelanggar Protokol Kesehatan
Selasa, 04-05-2021 | 17:13 WIB | Penulis: Putra Gema Pamungkas
 
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. (Putra Gema)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kembali menggelar rapat bersama tokoh agama dan berbagai pihak terkait penegakkan disiplin protokol kesehatan di Panggung Dataran Engku Putri.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, peningkatan jadwal pengawasan dan penindakan menjadi 60 kali sampai akhir tahun 2021, diharapkan memberikan efek jera dan menekan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes).

PKP

"Soal anggaran nanti dihitung Pak Malik, tadi Ketua DPRD Nuryanto juga sudah mendukung peningkatan tim gabungan ini. Jadi saya rasa tidak ada masalah soal recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19," kata Rudi, Selasa (4/5/2021).

Rudi menjelaskan, penanganan Covid-19 sudah tidak bisa ditolerir mengingat tingginya pelanggaran prokes Covid-19 mengharuskan pemerintah daerah mengambil berbagai kebijakan, termasuk menindak tegas pelanggaran Protkes ini.

"Tidak ada pengecualian. Kalau mereka pelanggar ini masih bandel tutup saja usahanya. Kita memang tidak mengeluarkan kebijakan menutup tempat usaha, karena masih memikirkan perekonomian. Namun jika mereka terus melanggar, akan kami tindak tegas yang melanggar ini," tegasnya.

Tim yang turun sudah memberikan surat peringatan sebagai tindakan awal, namun jika terus melanggar akan ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Ia meminta semua pihak bekerja sama untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Batam ini.

Seperti yang disampaikan Dinkes, salah satu penyebab penyebaran adalah mobilisasi, salah satunya proses pemulangan PMI maupun WNI yang bermasalah dari Malaysia tidak melalui tes PCR.

"Sehingga ini perlu pengawasan yang lebih ekstra, karena kalau kita lalai mengawasi kedatangan mereka, bisa jadi ada penyebaran. Karena di negara sana Covid-19 juga cukup tinggi. Karena sudah ada Satgas jadi diharapkan pemulangan ini lebih baik lagi," ungkapnya.

Adanya varian baru yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dari pendahulunya juga dikhawatirkan menjadi penyebab meledaknya angka kasus di Batam.

"Melalui pembatasan sosial berskala mikro ini diharapkan pengendalian mulai dari tingkat RT/RW. Dikhawatirkan jika kondisi terus memburuk maka akan berdampak terhadap pemulihan ekonomi," tutupnya.

Editor: Yudha

Evitel
Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© Copyright 2021 batamtoday.com All Right Reserved
powered by: 2digit