BATAMTODAY.COM, Jerman - Sebuah perusahaan di Jerman baru-baru ini memicu kontroversi setelah meluncurkan celana dalam perempuan yang diklaim bisa melindungi pemakainya dari serangan kekerasan seksual.
Akibat maraknya kekerasan seksual atau pemerkosaan membuat sebuah perusahaan asal Jerman memutar otak. Hingga baru-baru ini Sandra Seilz berhasil menciptakan celana aman yang diklaim anti-perkosaan.
Safe Shorts, begitu celana dalam itu diberi nama terbuat dari bahan yang tak mudah dirobek. Produk ini juga dilengkapi kunci gembok kombinasi dan sistem alarm.
Sandra Seilz, si perancang celana dalam unik ini ternyata terinspirasi dari pengalaman pribadi. Dia pernah diserang tiga lelaki yang berusaha membuka celananya saat sedang jogging.
Safe Shorts tersedia dalam dua varian, yakni khusus dipakai saat jogging dan sehari-hari. Masing-masing dibanderol 160 dolar dan ?107 dolar.
"Safe Shorts memberikan tiga perlindungan terhadap kekerasan seksual. Kami sangat bangga dengan produk kami," kata Seilz dilansir dari laman Odditycentral.
Celana pendek hitam ini dilengkapi dengan tiga pengaman, yaitu gembok dengan kunci kombinasi yang akan sulit dirusak. Celana aman anti-perkosaan ini juga dibuat dari bahan khusus yang tidak akan mudah ditarik, dipotong ataupun dirobek.
Selain gembok dan kain khusus, celana keren ini juga dilengkapi dengan alarm. Alarm akan berbunyi keras ketika mendapat paksaan atau dirusak. Alarm dapat diaktifkan secara otomatis jika pakaian itu rusak.
Meski diklaim aman dan mendapat pujian, namun celana ini masih menuai kontroversi dari publik. Pasalnya netizen menilai celana itu tak perlu digunakan jika pencegahan terhadap kekerasan seksual itu sendiri bisa dihindari.
Kendati memicu kontroversi atas penemuan ini, perusahaan yang berbasis di Oberhausen tersebut mengklaim produknya sangat diminati konsumen. Bahkan, mereka mengaku sudah menerima pesanan dari Jepang, Finlandia, Swedia, Italia, Taiwan dan Amerika Serikat.
Editor: Surya
